Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Artikel

Artikel Terbaru tentang Aborsi dan Kehamilan Tidak Diinginkan

Sampai dengan tahun 2008 diperkirakan sebanyak 44 juta aborsi terjadi di seluruh dunia yang empat dari lima diantaranya terjadi di negara berkembang. Sayangnya di hampir seluruh negara berkembang aborsi adalah illegal untuk alasan apapun sehingga prosedur aborsi banyak dilakukan secara tidak aman. Bahkan di negara dimana aborsi tidak secara ketat dilarang, akses perempuan ke prosedur aborsi yang aman masih terbatas dikarenakan penyedia layanan yang tidak terlatih atau faktor-faktor lainnya.

Talkshow “Trauma dan Pemberitaan Media”

Bertempat di Galery Saddha FX Sudirman lantai 7, Jum’at 07 September 2012, Yayasan Pulih mengadakan acara talkshow dengan tema “Trauma dan Pemberitaan Media.”. sebagai narasumber dari Yayasan Pulih, dihadirkan Ibu Jacky dan Ibu Irma, dari Komisi Penyiaran Indonesia hadir Ibu Nina.

Sahabat Perempuan: Membangun Dukungan Menghapus Kekerasan Terhadap Perempuan

Bertempat di Galery Saddha FX Sudirman lantai 7, Kamis 06 September 2012, Yayasan Pulih mengadakan acara talkshow dengan tema “Sahabat Perempuan.” Ibu Kristi Purwandari dan Ibu Livia sebagai narasumber dari Yayasan Pulih, menjelaskan bahwa Sahabat Perempuan merujuk kepada pengertian laki-laki dan perempuan bergabung bersama, saling menguatkan, menghimpun dukungan dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.

Global Youth Forum: Menjamin Keterlibatan Anak Muda dan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi dalam Agenda Pembangunan Global

Saat ini populasi anak muda usia 10-24 tahun mencapai lebih dari sepertiga populasi dunia. Sudah sejak lama kebutuhan anak muda menjadi agenda pembangunan global. Salah satunya dalam Program Aksi International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994. Namun demikian, kenyataannya di banyak negara isu anak muda masih jauh terbelakang dan tidak dianggap bagian penting dari isu lainnya, misalnya ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan lainnya.

Saatnya Reformasi Kebijakan Kesehatan, Pendidikan, dan Ketenagakerjaan Penduduk Muda Indonesia

Bertempat di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas)/ Kementerian Perencanaan dan Pembangunan, Selasa 24 Juli 2012, Dr Iwu Dwisetyani Utomo dan Prof. Peter McDonald dari the Australian Demographic and Social Research Institute memaparkan hasil penelitian Survei Transisi Penduduk Muda 2010 dan Survei Gender dan Kesehatan Reproduksi 2011. Hasil dari kedua survei tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak untuk melakukan reformasi kebijakan kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan untuk penduduk muda Indonesia usia 20-34 tahun.