Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Artikel

Ereksi dan Disfungsi Ereksi

Ereksi berasal dari bahasa latin erigere yang artinya tegak lurus, tidak bengkok ke depan maupun ke bawah. Keras dan berdiri. Jadi organ yang mengembang tapi tidak mengeras tidak bisa dikategorikan ereksi sepenuhnya.

Ereksi membutuhkan sistem saraf yang sehat. Saat ada dorongan seksual, saraf melepaskan neurotransmitter yang memaksa menenangkan dinding otot pada arteri kecil. Setelah arteri kecil ini rileks, resistensinya pun hilang. Maka dimulailah pemompaan darah ekstra ke dalam pembuluh darah di dalam penis.

Kesehatan Jiwa dan dan Gangguan Seksual pada Perempuan

Menurut Undang-undang No. 3 Tahun 1966 Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain.

Mengenal Masa Subur

Ovulasi umumnya terjadi 14 hari sebelum masuk tanggal menstruasi periode berikutnya. Dengan kata lain, perempuan yang memiliki siklus menstruasi 28 hari akan mengalami ovulasi pada hari ke empat belas, terhitung sejak hari pertama haid. Sementara masa subur adalah 2-3 hari menjelang dan setelah ovulasi.

Tanya Jawab Seputar Hubungan Seksual

Tanya: Apakah kuantitas sperma yang keluar saat ejakulasi memengaruhi kesuburan atau kesehatan organ seksual pasangan? Soalnya suami saya sedikit sekali mengeluarkan sperma ketika ia ejakulasi.
Jawab: Sperma memiliki tiga parameter utama, yaitu jumlah, pergerakan dan bentuk. Jumlah sperma setiap ejakulasi bisa mencapai puluhan juta. Jadi, kelainan sperma memang bisa dilihat dari jumlah.
Lalu dari pergerakan atau kecepatan. Sperma yang bagus adalah sperma yang “berlari” cepat dan lurus. Sperma akan mati jika “larinya” pelan, sering berputar-putar atau diam.

Perempuan Indonesia Tidak Dapat Mengakses Layanan Aborsi Aman

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) aborsi merupakan tindakan penghentian kehamilan sebelum janin mampu untuk hidup di luar rahim (uterus). Berdasarkan penyebabnya, aborsi kemudian dibedakan menjadi dua, yakni aborsi spontan dan aborsi yang disengaja. Aborsi spontan merupakan sebutan bagi berhentinya kehamilan tanpa adanya tindakan pencetus. Sedangkan aborsi disengaja merupakan sebutan bagi berhentinya kehamilan yang disebabkan tindakan tertentu yang bertujuan untuk kesehatan perempuan.