Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Artikel

Serba Serbi Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual pada Anak Muda

Sudah banyak penelitian di berbagai negara, baik negara berkembang, yang mengkaji secara mendalam mengenai kekerasan seksual, termasuk pelaku, dampak psikologis maupun biologis serta alasan tidak melaporkan tindak kekerasan yang dialami. Untuk bisa mendapatkan informasi yang komprehensif, Jejeebhoy, Shah dan Thapa (2005) mengumpulkan berbagai penelitian ini dan membukukannya. Buku berjudul “Sex without Consent: Young People in Developing Countries”, Jejebhoy dkk.

Pelaku Kekerasan Seksual

Tingkat Kesuburan Di Setiap Tingkatan Umur

Tingkat kesuburan manusia diukur dari kualitas sel telur dan spermanya. Kualitas sel telur dan sperma sangat penting pengaruhnya terhadap daya tarik seksual dan kehidupan seksual perempuan dan laki-laki. Kualitas sel telur dan sperma mengalami perubahan sejalan dengan pertambahan usia. Berikut tabel tingkatan kesuburan berdasarkan tingkatan umur.

Usia 20-an Tahun

Pada usia ini gairah seksual perempuan sedang dalam masa puncak dan dipengaruhi oleh menstruasi yang mencapai puncaknya pada masa ovulasi, sehingga pada masa ini kemungkinan untuk hamil sangat tinggi.

Perkembangan Panca Indera Sang Buah Hati Usia 0 – 18 Bulan

Anak memiliki suatu ciri yang khas, yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak di dalam kandungan sampai pada usia remaja. Perkembangan pada anak adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Usia 0 -18 bulan adalah usia yang penting dalam perkembangan panca indera pada bayi Tabel berikut dapat membantu memahami setiap tahapan kemampuan panca indera buah hati anda.

Usia 0-3 Bulan

Penelitian tentang Keputusan Kehamilan pada Perempuan Terinfeksi HIV

1. Keputusan Kehamilan pada Perempuan Positif HIV: status pengetahuan. MacCarthy S, Rasanathan J, Ferguson L, Gruskin S. Reproductive Health Matters 2012; 20(39): 119-140.

Dana Penanggulangan AIDS dan Hepatitis

Peran serta masyarakat, baik dalam bentuk pemikiran, aksi nyata, maupun dukungan, amat diperlukan dalam hal penanggulangan HIV AIDS di Indonesia. Pemerintah juga telah menujukkan komitmen yang kuat dalam penanggulangan AIDS. Dalam keterbatasan dana, pemerintah telah menyediakan dana untuk obat antiretroviral dan infeksi oportunistik sekitar 120 miliar setahun.