Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Artikel

Exposure Zat Kimia Berbahaya dalam Pembalut

Produk perawatan area kewanitaan yang paling popular digunakan wanita di Amerika adalah tampon dan pembalut dengan persentase sebesar 70-85%. Sedangkan di Indonesia, setiap bulan, diperkirakan 1,4 miliar pembalut digunakan oleh para perempuan. Berdasarkan hasil riset YLKI, diketahui terdapat 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang mengandung zat kimia berbahaya yaitu klorin dengan rentang 5-55ppm.

Remaja dan Akses Informasi Terhadap Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Banyak yang beranggapan bahwa memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sama saja seperti memberikan pendidikan seks, yaitu mengajarkan anak untuk tahu mengnai bagaimana melakukan seks. Padahal tidak seperti itu.

Manfaat Buah Bit Bagi Kesehatan

Penggunaan bit sebagai obat untuk berbagai penyakit telah dipraktekkan sejak masa Romawi dan Yunani Kuno antara lain untuk memelihara fungsi hati, ginjal, dan empedu. Bit digunakan juga untuk ramuan obat di Cina. Di Indonesia sendiri jenis sayuran ini kurang dikenal dan hanya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu saja. Walaupun rasa buah ini tidak terlalu enak untuk dikonsumsi, namun manfaat buah bit sangat baik bagi kesehatan.

Are You Happy in Your Relationship ?

Dalam acara yang berjudul Are You Happy in Your Relationship yang diadakan di @america Jakarta pada tanggal 3 Mei ini, diawali dengan pemutaran film HARUS yang menceritakan mengenai perempuan positif HIV yang menerima kekerasan, diskriminasi dan stigmasisasi dari suami dan keluarga suaminya yang kemudian bangkit menjadi perempuan yang dapat bangkit dari keadaan yang tidak menguntungkan.

Agenda Baru Politik Perempuan

Dalam acara diskusi publik mengenai agenda baru politik perempuan yang diselenggarakan Kalyanamitra di Jakarta tepat sehari sebelum peringatan hari buruh sedunia, Liza Maza dari Gabriella Women Party di Filipina menuturkan sejarah berdirinya partai perempuan itu pada tahun 2000 yang sejak tahun 1984 sudah membentuk aliansi organisasi perempuan yang bergerak melawan diktator. Para perempuan ini pada akhirnya membangun parpol karena politik di Filipina didominasi oleh elit, kaya, patriarkal dan feodal yang sangat berakar dalam korupsi dan sogok-menyogok.