Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Are You Happy in Your Relationship ?

Dalam acara yang berjudul Are You Happy in Your Relationship yang diadakan di @america Jakarta pada tanggal 3 Mei ini, diawali dengan pemutaran film HARUS yang menceritakan mengenai perempuan positif HIV yang menerima kekerasan, diskriminasi dan stigmasisasi dari suami dan keluarga suaminya yang kemudian bangkit menjadi perempuan yang dapat bangkit dari keadaan yang tidak menguntungkan. Setelah itu dilanjutkan dengan talkshow bersama 3 narasumber di mana Ayu sebagai pemeran utama film memaparkan bahwa film HARUS hanya 1 cerita dari sekian banyak cerita yang terjadi pada anggota Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) di daerah. Stigmatisasi, kekerasan, diskriminasi, terjadi bukan hanya pada perempuan positif HIV tetapi juga pada remaja yang sedang dalam relationship atau berpacaran.  Vitria Lazarin dari Yayasan Pulih mengatakan, dari banyaknya kasus kekerasan dalam berpacaran, banyak dari korban tidak menyadari bahwa dirinya sebagai korban sampai terjadinya tindak penganiayaan yang menyebabkan luka fisik dan kerugian material.  Sementara itu, Veni Oktaviani dari LBH APIK mengatakan bahwa dalam kekerasan selama berpacaran, tindak kekerasan psikologi masih sulit untuk dibawa ke ranah hukum karena sulit pembuktiannya. Untuk kasus kekerasan berpacaran masuk pada ranah domestik, tetapi dalam hukumnya, hanya bisa diproses oleh hukum perdata, yaitu tindak penganiayaan. Kekerasan dalam berpacaran merupakan hasil dari ketimpangan relasi kuasa di dalam hubungan, ada dominasi dalam hubungan. Dari data LBH APIK tahun 2012, dari 35 kasus yang diterima, hanya 4 kasus yang sampai ke persidangan. Data tahun 2013, sampai dengan April 2013 sudah masuk laporan kekerasan dalam pacaran sebanyak 20 kasus.

 

Dalam tanya jawab, LBH APIK menekankan bahwa sosialisasi untuk mencegah kekerasan harus dilakukan secara terus menerus. Indentifikasi seseorang yang mampu melakukan kekerasan bisa dilihat dari cara orang tersebut memperlakukan orang yang memiliki posisi atau kuasa yang lebih rendah dari dia, orang yang pencemburu dan possessive, mood cepat berubah (satu saat bisa sangat baik, satu saat bisa sangat menyeramkan). Hal pertama yang harus dilakukan ketika mendapatkan kekerasan adalah menceritakan hal tersebut kepada orang terdekat yang dipercayai. Untuk laporan kasus kekerasan, bagi yang berusia 0-18 tahun bisa ke datang ke LBH APIK atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Yang melaporkan berhak mendapatkan perlindungan hukum. Dan yang terpenting adalah anak muda sekarang harus melek hukum, dan membantu korban apabila mengetahui tindak kekerasan tersebut dan tidak menyalahkan korban.