Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Agenda Baru Politik Perempuan

Dalam acara diskusi publik mengenai agenda baru politik perempuan yang diselenggarakan Kalyanamitra di Jakarta tepat sehari sebelum peringatan hari buruh sedunia, Liza Maza dari Gabriella Women Party di Filipina menuturkan sejarah berdirinya partai perempuan itu pada tahun 2000 yang sejak tahun 1984 sudah membentuk aliansi organisasi perempuan yang bergerak melawan diktator. Para perempuan ini pada akhirnya membangun parpol karena politik di Filipina didominasi oleh elit, kaya, patriarkal dan feodal yang sangat berakar dalam korupsi dan sogok-menyogok. Para perempuan inipun tidak begitu bangga menjadi anggota kongres yang korup tersebut.  Walau era Marcos sudah selesai tapi tetap saja politik di sana didominasi kaum elit yang menjadikan perempuan termarginalisasi dengan bentuk politik seperti ini.  Dua presiden perempuan pun juga berasal dari kaum elit sehingga tidak begitu berpengaruh terhadap status perempuan. 

 

Akhirnya GWP berhasil mendapatkan kursi sebesar 20% di parlemen untuk mewakili kaum marginal.  Suksesnya GWP karena: track record-nya yang baik, sudah melawan diktator sejak 1980-an; organized base, sangat berakar  di bawah organisasi Gabriela National Alliance of Women sangat membantu dalam kampanye GWP, program dan aktivitas, dengan memudahkan merekrut sukarelawan dan sumber daya; interplay of women’s movement & parliamentary work yang artinya ada kesinkronan antara perjuangan di akar rumput dan di parlemen; serta mengangkat people’s issues, artinya issu yang diangkat tidak hanya isu perempuan semata tetapi juga isu kemiskinan dan orang termarginalkan lainnya serta menawarkan perubahan politik dari sisi perspektif gender.

 

Linarti dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menyatakan bahwa KPI mendorong 3 hal yaitu, mendorong perempuan untuk masuk dalam parpol; internal parpol untuk menempatkan perempuan di posisi teratas dalam daftar caleg serta mendorong dimasukkannya isu perempuan dalam kebijakan.