Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Tingkat Kesuburan Di Setiap Tingkatan Umur

Tingkat kesuburan manusia diukur dari kualitas sel telur dan spermanya. Kualitas sel telur dan sperma sangat penting pengaruhnya terhadap daya tarik seksual dan kehidupan seksual perempuan dan laki-laki. Kualitas sel telur dan sperma mengalami perubahan sejalan dengan pertambahan usia. Berikut tabel tingkatan kesuburan berdasarkan tingkatan umur.

Usia 20-an Tahun

Pada usia ini gairah seksual perempuan sedang dalam masa puncak dan dipengaruhi oleh menstruasi yang mencapai puncaknya pada masa ovulasi, sehingga pada masa ini kemungkinan untuk hamil sangat tinggi.

Pada laki-laki dengan rentang usia 20 – 39 tahun, 90% dari tubula di dalam testis mengandung sperma yang matang. Umumnya sperma dihasilkan setiap 5 hari sekali, untuk itu laki-laki perlu melakukan hubungan seksual setiap 5 hari.

Usia 30-an Tahun

Rentang tahun ini adalah puncak kehidupan seksual perempuan. Pada usia diatas 35 tahun hormon testoteron mulai menurun tetapi tidak mempengaruhi gairah seksual perempuan. Akhir usia 30-an, penurunan hormon terjadi secara drastis, hal yang menyebabkan 30% perempuan pada usia 38 tahun lebih sulit hamil.

Pada laki-laki seiring dengan bertambahnya usia, kualitas sperma yang dihasilkan akan menurun. Pada usia 30 tahun hormon testoteron akan terus menurun. Di atas umur 31 tahun, gen dan kromosom akan menurun kualitasnya yang akan menurunkan kualitas sperma yang dihasilkan.

Usia 40-an Tahun

Memasuki usia 45 tahun ke atas merupakan periode menopause pada perempuan. Jumlah hormon estrogen dan testoteron akan semakin berkurang. Setengah dari perempuan di usia ini mengalami penurunan gairah seksual, menstruasi tidak normal dan vagina mengering. Menopause tidak terjadi secara mendadak, ini ditandai dengan mulai menurunnya kesuburan sejak 10 tahun sebelum menopause.

Gairah seksual laki-laki pada rentang usia ini mudah naik dan turun. Jumlah sperma matang pada usia ini mulai menurun sampai 50%. Pada usia 40 tahun ke atas, terjadi perubahan hormonal yang mempengaruhi penampilan fisik, gairah seksual dan fungsi kognitif pada laki-laki.

Disadur dari Majalah Ayahbunda No. 21, 15-28 Oktober 2012, Halaman 34-36