Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

10 Detik untuk Usir Kuman

Tips Membasuh Kuman dengan 10 Detik Mencuci Tangan

Begitu banyak merek sabun untuk anak-anak yang beredar di pasaran. Adakah pedoman baku dalam memilih produk sabun yang tepat dan sehat untuk kulit mereka?

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana menyarankan untuk memilih sabun cuci tangan yang mengandung pelembap. Pasalnya, kandungan pelembap dalam sabun akan menjaga kelembapan kulit anak setelah terbilas sabun.

Jika tidak, kulit akan menjadi kering dan mudah terkena eksim. Alternative lainnya adalah dengan mengoleskan pelembap yang terpisah pada seluruh tangan. Tetapi pelembap jangan digunakan ketika hendak makan, kalau tidak pelembapnya akan ikut masuk ke dalam mulut.

Menurut spesialis anak Herbowo Soetomenggolo, tangan merupakan jalan masuk utama kuman ke dalam tubuh. sebanyak 4,6 juta koloni kuman, terutama bakteri staphylococcus, terdapat dalam setiap sentimeter persegi luasan kuku. Belum lagi kemampuan tangan yang tercemar bisa mencemari tujuh benda lainnya yang tersentuh. Dampaknya paling terasa adalah saat daya tahan tubuh si kecil melemah.

Tangan kita adalah bagian tubuh yang paling kotor. Tangan menjadi jalan masuk kuman. Kita makan sesuatu masuk ke mulut menggunakan tangan. Kucek-kucek mata, apabila tangannya kotor bisa menyebabkan iritasi. Lalu tangan digunakan untuk mengupil, sehingga kumannya masuk kembali.

Herbowo pun menganjurkan agar anak mencuci tangan minimal lima kali sehari, yakni setiap kali sebelum makan, sesudah buang air kecil dan sesudah buang air besar. Waktu yang dibutuhkan untuk mencuci tangan minimal 10 detik, agar kuman-kuman yang menempel bisa mati hampir seluruhnya. Jika waktu mencuci tangan di bawah waktu tersebut, kuman-kuman yang ada tidak akan mati.

Yang tidak kalah penting, air yang digunakan haruslah yang mengalir agar kuman-kuman itu tidak kembali menempel di permukaan tangan.

Proses Belajar
Sayangnya, waktu 10 detik yang terkesan singkat itu tetap terkesan lama bagi anak-anak. Mereka umumnya hanya tahan mencuci tangan hingga 5 detik. Tidak jarang mereka tidak menggunakan sabun agar cepat selesai. Menurut Vera, biasanya mereka terburu-buru mengerjakannya karena ada hal lain yang mereka kejar, sehingga anak hanya membasahi tangan dengan air tanpa menggunakan sabun.

Untuk itulah, kreativitas orangtua diperlukan untuk menyukseskan program pembelajaran dan pemilihan sabun cuci tangan yang tepat, bisa membuka jalan bagi proses tersebut. Vera mengatakan sabun cuci tangan yang memiliki zat warna yang aman bisa menjadi pilihan bagi orangtua. Hal ini, jelas Vera, karena warna memiliki efek menarik bagi anak-anak.

Vera menjelaskan bahwa setelah mereka tertarik, barulah orangtua bisa menanamkan memori di benak mereka. Langkah yang terbaik adalah dengan pengulangan secara konsisten. Proses yang diulang-ulang terus akan menjadi long-term memory. Hal itu jadi otomatis menjadi kebiasaan, yang kalau tidak dilakukan akan membuat anak menjadi merasa risih.

Tips Basuh Setiap Sela

Mencuci tangan dengan benar tidak semudah kelihatannya. Ada langkah demi langkah yang harus dilakukan tanpa terlewat. Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang tepat:
1. Basahi seluruh tangan dengan air mengalir, kemudian ambil sabun sekitar satu sendok the.
2. Gosok telapak tangan secara merata terlebih dahulu.
3. Lanjutkan pencucian ke setiap sela jari dengan saling mengaitkan tangan
4. Gosok pula bagian punggung tangan.
5. Kucek bagian kuku dengan menempelkannya ke telapak tangan. Lanjutkan dengan bagian jempol.
6. Gosok pergelangan tangan secara memutar hingga bersih.
7. Bilas seluruh tangan sampai bersih.
8. Keringkan dengan tisu, bukan dengan handuk, secara ditotol-totol. Tisu bekas pakai tadi gunakan untuk menutup keran air.

Referensi:
Mutiah, Dinny. “10 Detik untuk Usir Kuman.” Media Indonesia, Jumat 28 Desember 2012, h. 29.