Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Kiat-kiat Nyaman Beraktifitas Saat Datang Bulan

Memilih Pembalut yang Nyaman Digunakan untuk Beraktifitas saat Datang Bulan

Perempuan sering kali merasakan ketidaknyamanan saat menstruasi tiba. Salah satunya akibat penggunaan pembalut yang tidak tepat.

Sebagian perempuan mengaku tidak nyaman jika pembalut yang digunakannya mengandung gel. Selain kesulitan untuk mencucinya, dipercaya bahwa bahan gel dalam pembalut tidak baik untuk kesehatan. Pertimbangan lain saat membeli pembalut ialah kuantitas penyerapannya lebih banyak, tidak gampang berkerut, dan berukuran lebar. Hal tersebut karena beberapa perempuan memiliki profesi yang menuntut mobilitas tinggi membuat repot jika harus sering-sering mengganti pembalut.

Sebagian lainnya mengaku pembalut yang nyaman adalah yang mendukungnya menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk itu, sebagian memilih untuk menggunakan pembalut yang bersayap dan berukuran tipis, tetapi dapat menyerap banyak. Bentuk tersebut dianggap lebih fleksibel saat bergerak.

Kesehatan Reproduksi

Fungsi pembalut erat kaitannya dengan kesehatan reproduksi. Menurut spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah Susie Rendra, penggunaan pembalut merupakan tindakan pencegahan agar gejala penyakit yang menyerang organ kelamin perempuan tidak terjadi.

Penyakit yang dimaksud bisa bermacam-macam, seperti folikulitis, bisul, hingga herpes. Hal itu disebabkan tiga faktor, yakni darah, pembalut dan hormonal. Makin banyak kulit kontak dengan darah, makin tinggi risiko kulit teiritasi. Selain itu, darah juga menjadi media yang tepat bagi pertumbuhan kuman dan jamur, seperti candidia dan lactobacillus sehingga risiko infeksi pun meningkat.

Saat menstruasi, produksi hormon estrogen menurun yang menyebabkan kulit luar cenderung kering dan rentan terhadap bahan iritan. Maka itu, hindari pembalut yang mengandung parfum.

Ukuran pembalut yang terlalu tebal dapat meningkatkan kelembapan di area organ intim perempuan. Kondisi lembap menjadi area yang nyaman bagi kuman dan jamur untuk berkembang biak. Maka itu, Sussie menyarankan agar selalu memilih pembalut yang tipis dengan frekuensi penggantin yang lebih sering jika dirasa sudah terlalu basah. Saat heavy flow, penggantian pembalut sebaiknya dilakukan setiap 2 jam sekali. Biasanya kita butuh ganti beberapa kali dalam sehari, saat sedang banyak, penggantian pembalut bisa dilakukan empat sampai lima kali di hari pertama atau kedua. Apabila sudah lewat dari hari kedua, biasanya cairan yang keluar sudah lebih sedikit sehingga penggantian pembalut bisa dilakukan satu atau dua kali dalam sehari.

Jika kulit kita sudah terlanjur teriritasi, Sussie menyarankan agar menggunakan krim oles yang mengandung zinc oxide yang banyak dijual bebas. Krim tersebut mirip dengan krim yang digunakan pada bayi untuk mengatasi ruam popok. Jika masalah tetap tidak teratasi, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter yang biasanya akan menyarankan penggunakan salep yang mengandung kortikel steroid.

Referensi:
Mutiah, Dinny. “Nyaman Beraktifitas saat Datang Bulan.” Media Indonesia, Jumat 28 Desember 2012, h. 30.