Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Kesehatan Jiwa dan dan Gangguan Seksual pada Perempuan

Menurut Undang-undang No. 3 Tahun 1966 Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain.

Pada saat ini banyak perempuan yang berusaha mencari keseimbangan dalam kehidupannya, bekerja keras untuk dapat memadukan tuntutan-tuntutan dalam hubungan, keluarga dan karier. Pada usia produktif gangguan kesehatan jiwa perempuan sering berhubungan dengan perannya sebagai istri, ibu dan pekerja. Depresi perempuan juga dipicu oleh faktor kesehatan fisik, terutama bagian yang menjadi simbol keperempuanan (menjaga keseksian tubuh, hamil dan melahirkan), penganiayaan dan beban ekonomi.

Walaupun sudah ada kemajuan yang signifikan dalam mengidentifikasi dan menangani masalah-masalah kesehatan jiwa, penyebabnya masih belum dimengerti secara utuh. Banyak masalah kesehatan jiwa termasuk depresi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda. Untuk menjelaskannya, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah kerangka kerja yang dinamakan model “biopsikososial” yang mengkombinasikan faktor biologis, psikologis, dan social dimana ketiga faktor tersebut bekerja bersamaan di dalam otak untuk mengubah cara zat kimiawi di dalam otak untuk menghasilkan perubahan-perubahan emosi kita.

Salah satu gangguan kesehatan jiwa yang terjadi pada perempuan adalah gangguan seksual. Masyarakat modern menganggap kehidupan seksual yang baik amat penting, tetapi banyak perempuan mengalami masalah seksual pada saat tertentu. Namun, Anda tidak perlu berpaku apakah kehidupan seksual Anda normal, pertimbangkanlah untuk mencari pertolongan jika hal ini menimbulkan stress yang signifikan atau perasaan negatif dalam kepribadian Anda.

Gangguan Hasrat Seksual Perempuan
Hipoaktif
Pada saat tertentu, ada beberapa orang yang merasa tidak bernafsu seksual, mungkin karena ada masalah berhubungan atau stress dan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. Ketidaktertarikan pada hubungan seksual dapat dikategorikan sebagai suatu gangguan apabila menyebabkan masalah yang cukup signifikan dan stress bagi Anda.

Gejala-gejala berikut bisa mengindikasikan Anda memiliki gangguan hipoaktif ini adalah kurangnya hasrat seksual dan jarang memiliki fantasi seksual. Apabila Anda merasa memiliki gejala ini dan merasa terganggu karenanya, segera temui dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Jika menderita gangguan hipokatif ini, Anda jarang, kalaupun pernah, memiliki fantasi atau hasrat seksual yang merupakan sumber stress Anda. Ini adalah gangguan yang paling umum pada perempuan. Mungkin disebabkan oleh penurunan kadar hormon pada awal menopause dan juga beberapa obat, misalnya obat tekanan darah tinggi dan sejumlah antidepresan SSRI. Namun mungkin ada penyebab psikologis, terutama jika Anda memiliki pengalaman seksual yang buruk di masa lalu.

Jika Anda merasa menderita gangguan hipoaktif ini, segeralah temui dokter Anda. Dokter akan mendiagnosis berdasarkan gejala dan merujuk Anda pada terapis jika diperlukan. Terapis bisa membantu dan membimbing Anda untuk mengatasi pengalaman seksual negatif di masa lalu yang mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Hal lain yang mungkin dapat membantu adalah kegiatan fantasi dan masturbasi, yang bisa membuat Anda menginginkan pengalaman yang sama dengan pasangan Anda.

Gangguan Gairah Seksual Perempuan
Ada suatu masa ketika perempuan merasa sulit untuk terangsang secara seksual. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh faktor-faktor interpersonal, psikologis, atau fisik. Kondisi ini menjadi gangguan jika menyebabkan penderitaan yang signifikan. Gejala berikut bisa menjadi indikasi Anda memiliki gangguan gairah seksual ini adalah kurangnya gairah selama berhubungan seksual.

Jika mengalami gangguan seksual ini Anda tidak bisa mengalami tahap terangsang, selama tahap rangsangan seksual, detak jantung dan napas akan menjadi lebih cepat, ada peningkatan cairan di vagina dan darah mengalir ke klitoris, dan puting Anda mengeras. Hal ini yang mungkin akan membuat Anda tidak dapat menikmati hubungan seksual dengan pasangan.

Gangguan ini sering memiliki dasar penyebab fisik seperti cedera atau pernah melakukan operasi tulang panggul, perubahan hormon, atau efek samping suatu pengobatan. Jika Anda memiliki gangguan seksual hipoaktif atau dispareunia (rasa sakit bila berhubungan) risiko Anda untuk mengalami gangguan gairah seksual menjadi lebih besar. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis.

Hal yang dapat Anda lakukan sendiri bila mengalami gangguan gairah seksual adalah mencermati perasaan dan perilaku seksual Anda, dan bicarakan kepada dokter jika itu menjadi sumber stress Anda. Penyebab kasus gangguan gairah seksual sering kali bersifat fisik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan dan mencatat riwayat kesehatan Anda. Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan hal-hal yang ditemuka dan akan membantu Anda menemukan pengobatan yang terbaik. Jika perlu, Anda akan dirujuk ke seorang terapis. Bahkan jika dokter menemukan penyebab fisik atau psikologis, Anda mungkin akan ditawari pengobatan tetapi tetap tanyakan pada dokter mengenai efek samping yang dapat ditimbulkan dari pengobatan tersebut.

Gangguan Orgasme Perempuan
Bagi sekitar 5% perempuan, gangguan orgasme menjadi masalah karena mereka memiliki ketidakmampuan kronis untuk mencapai orgasme. Hal ini ditAndai dengan kondisi dimana Anda tidak bisa mencapai orgasme sekalipun hasrat seksual Anda normal dan Anda mengalami seksual. Ada dua gejala yang bisa mengindikasikan bahwa Anda memiliki gangguan ini, yaitu tidak mampu orgasme kapanpun dan tidak mampu orgasme selama penetrasi. Tetapi kondisi ini hanya dianggap sebagai gangguan jika menimbulkan penderitaan yang signifikan.

Gangguan orgasme perempuan total, artinya Anda tidak mampu orgasme selama hubungan seksual apapun. Gangguan orgasme perempuan parsial, artinya Anda bisa orgasme dari beberapa pengalaman seksual (seperti stimulasi klitoral atau seks oral), tetapi tidak pada saat penetrasi.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan beberapa obat anticemas dan antidepresan yang memiliki efek samping menghentikan orgasme Anda. Kekhawatiran tentang keintiman hubungan Anda atau keresahan umum juga bisa merupakan suatu faktor. Jika kurang berpengalaman dalam seks, Anda lebih mungkin mengalami kesulitan orgasme dan, tentu saja, ejakulasi dini pasangan bisa menjadi suatu faktor.

Tips menolong diri sendiri berikut mungkin bisa berguna. Masturbasi akan membantu Anda belajar lebih banyak tentang tubuh Anda dan apa yang memberikan Anda kesenangan. Senam kegel bisa membantu meningkatkan orgasme selama berhubungan. Coba posisi seksual yang berbeda, selama berhubungan bereksperimenlah dengan posisi dan teknik yang berbeda untuk membantu Anda untuk lebih mengendalikan atau membebaskan dalam bergerak, atau padukan dengan stimulasi klitoral manual (dengan tangan atau vibrator)

Jika Anda merasa menderita dan terganggu akibat gangguan ini, segera temui dokter. Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan gejala-gejala Anda. Jika dokter menganggap bahwa obat yang Anda konsumsi untuk kondisi lain bisa menimbulkan masalah, ia akan mendiskusikan risiko dan keuntungan penggantian obat. Tetap tanyakan pada dokter tentang potensi efek samping yang mungkin akan muncul.

Referensi:
Jarvis, Sarah., Dr., MA., BM., BCH., DRCOG., FRSCGP & Tim Dokter Perempuan Kelas Dunia. 2009. “Ensiklopedia kesehatan perempuan: Tips Medis Terpercaya, Gejala, Pengobatan, Pencegahan”. Jakarta: Esensi.