Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Tanya Jawab Seputar Hubungan Seksual

Tanya: Apakah kuantitas sperma yang keluar saat ejakulasi memengaruhi kesuburan atau kesehatan organ seksual pasangan? Soalnya suami saya sedikit sekali mengeluarkan sperma ketika ia ejakulasi.
Jawab: Sperma memiliki tiga parameter utama, yaitu jumlah, pergerakan dan bentuk. Jumlah sperma setiap ejakulasi bisa mencapai puluhan juta. Jadi, kelainan sperma memang bisa dilihat dari jumlah.
Lalu dari pergerakan atau kecepatan. Sperma yang bagus adalah sperma yang “berlari” cepat dan lurus. Sperma akan mati jika “larinya” pelan, sering berputar-putar atau diam.
Kemudian dari bentuk atau morfologi. Bentuk sperma mirip dengan kecebong yang terdiri dari kepala, leher dan ekor. Jadi kalau ada sperma yang tidak mempunyai leher, kepalanya dua atau ekornya dua, atau tidak mempunyai ekor ini adalah sperma abnormal. Sperma abnormal bisa membuahi tapi janinnya bisa cacat bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada fase senggama, kalau spermanya bagus dari segi jumlah, pergerakan dan bentuk, sel sperma akan langsung masuk ke rongga rahim di perut untuk melakukan pembuahan di saluran telur.

Tanya: Setiap kali berhubungan seksual, sperma suami saya sering kali tumpah dari area vagina. Apakah ini berarti tidak ada sperma yang masuk ke saluran indung telur?
Jawab: Cairan sperma yang keluar dari vagina setelah ejakulasi itu biasanya encer dan tidak banyak. Ibaratnya, itu sisa-sisa saja. Akan tetapi, semakin banyak sperma yang tumpah keluar, semakin tidak bagus. Artinya, sperma itu mungkin mati atau tidak bisa “jalan” alias sperma diam di vagina. Jadi, ketika istri bangun, spermanya tumpah semua.

Tanya: Apa yang menyebabkan sperma laki-laki encer?
Jawab: Pada pria yang jumlah spermanya sedikit, ia merasa ejakulasinya encer seperti air. Istilahnya kosong seperti senapan angin. Atau, ada kelainan di kelenjar vesikula seminalis sehingga cairan spermanya sedikit. Ini bisa disebabkan oleh produksi sperma terganggu, ada sumbatan, atau varises.

Tanya: Katanya, pasca berhubungan seksual, kaki istri harus diangkat ke atas supaya sperma cepat masuk dan terjadi pembuahan. Bernarkah ini?
Jawab: Ini mitos. Kalau spermanya normal, dalam hitungan menit atau kira-kira hanya memakan waktu sembilan menit untuk bisa sampai ke saluran telur.

Tanya: Benarkah siapa yang orgasme atau ejakulasi terlebih dahulu akan menentukan jenis kelamin janin?
Jawab: Ini juga mitos. Normalnya, vagina bersifat asam karena memiliki pH di bawah 3 dan sperma itu normalnya basa. Dalam kondisi yang lebih asam, memang sperma yang dapat bertahan adalah sperma X atau perempuan. Tapi. Ini tidak terlalu bermakna. Yang lebih bermakna adalah kecepatan dan saat senggama. Jadi, kalau senggama saat masa subur atau menjelang masa subur, sperma Y yang akan “jalan” terlebih dulu sehingga anaknya berjenis kelamin laki-laki. Tapi, kalau ingin mendapatkan anak perempuan, bersenggama dapat dilakukan kira-kira sehari sebelum masa subur.

Tanya: Apa yang terjadi saat pria mengalami ejakulasi?
Jawab: Pria memiliki kelenjar vesikula seminalis yang menghasilkan cairan dan testis yang menghasilkan sperma. Saat ejakulasi, terjadi kontraksi di kelenjar vesikula seminalis dan testis.

Tanya: Apa yang harus dilakukan supaya pria tidak mengalami ejakulasi dini?
Jawab: Agar tidak mengalami ejakulasi dini, laki-laki harus menjaga gaya hidupnya supaya selalu bugar.

Tanya: Apa yang terjadi saat perempuan mengalami orgasme?
Jawab: Saat orgasme, rahim akan kontraksi sehingga menarik atau menyedot sperma ke dalam rongga rahim supaya bisa membuahi. Oleh karena itu, perempuan yang susah atau tidak pernah orgasme dan sperma suaminya jelek, biasanya akan susah hamil.

Tanya: Apakah G-Spot hanya terdapat di liang vagina?
Jawab: Perempuan memiliki G-Spot atau daerah yang mudah dirangsang. Selain di liang vagina, G-Spot bisa saja terdapat di belakang leher, payudara, daerah tulang kemaluan, atau paha bagian dalam. Tapi, bisa saja ada yang memiliki G-Spot nyentrik, misalnya baru bisa terangsang kalau telinganya digigit-gigit.
Nah, perempuan harus memberitahu pasangannya di mana titik G-Spot-nya supaya bisa membuatnya mudah terangsang. Hal ini akan membantu mempercepat tercapainya orgasme.

Tanya: Selain memberitahu letak G-Spot, apa lagi yang harus dilakukan supaya perempuan bisa mencapai orgasme?
Jawab: Lakukan komunikasi supaya suami tahu kapan si istri sudah terangsang atau sebaliknya. Jadi suami jangan langsung melakukan penetrasi. Lakukan dulu pemanasan sebelum berhubungan seksual karena perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terangsang.

Tanya: Apa saja persiapan yang harus dilakukan pasangan suami-istri sebelum berhubungan seksual?
Jawab: Persiapan senggama penting dilakukan untuk mencegah infeksi dari jamur, kuman, bakteri atau virus. Empat hal ini bisa menempel di dinding kemaluan perempuan atau di ujung penis. Bisa saja penyebab infeksi ini berasal dari air yang kotor atau salah satu dari mereka atau keduanya melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.
Jadi, untuk mencegahnya, keduanya harus mandi sebelum dan sesudah bersenggama. Kalau tidak sempat, bersihkan alat kelamin sebelum dan sesuah bersenggama. Kita tidak pernah tahu air di toilet umum yang digunakan untuk membasuh alat kelamin sesudah buang air kecil berkuman atau tidak, kan?

Tanya: Apakah normal jika saya tidak pernah mengeluarkan desahan atau tidak berekspresi ketika berhubungan seks?
Jawab: Meski subjektif, ekspresi yang termasuk bagian dari komunikasi sangat penting. Taruhlah anda berdua makan di restoran. Tidak enak jika hanya diam atau restorannya sepi, kan? Begitu juga dengan berhubungan seksual. Jadi, awali dengan mengobrol bersama pasangan. Misalnya, bertanya apakah ia mau berhubungan seksual. Tapi, apakah dia mengeluarkan desahan, berteriak, atau diam saja, ya terserah masing-masing.

Tanya: Adakah frekuensi dan durasi standar dalam berhubungan seksual?
Jawab: Frekuensi berhubungan seksual tergantung umur. Artinya kalau dalam rentang usia 20-30 tahun atau baru menikah, idealnya seminggu dua kali. Tapi kalau sudah usia 30-40 tahun, frekuensinya mulai jarang. Di awal menikah, kuantitas menjadi terpenting. Sedangkan semakin tua, kualitas hubungan seksual yang lebih penting.
Bicara soal durasi, idealnya 5-10 menit. Lebih dari itu, vagina pasti akan luka atau lecet dan terasa perih ketika dibasuh.

Tanya: Normalkah jika saat menstruasi atau sedang hamil, gairah bercinta malah meningkat?
Jawab: Memang ada yang seperti ini atau variasi individual. Normalnya, memang perempuan yang sedang menstruasi atau sedang hamil tidak bergairah, tapi ada, kok, yang justru malah sebaliknya.

Tanya: Mengapa berhubungan seksual tidak boleh dilakukan saat menstruasi?
Jawab: Selain dilarang agama, penyakit juga bisa menyebar. Secara ilmiah, vagina, rahim dan saluran indung telur sedang terbuka. Padahal, senggama mirip orang yang sedang memompa. Kalau berhubungan seksual saat menstruasi, darah yang seharusnya dipompa keluar atau dibuang malah masuk ke rongga perut dan akhirnya dapat menyebabkan radang panggul (pelvic inflammatory disease), endometriosis, dan emboly.

Referensi:
“A-Z Sexploration: Q&A Seputar Seks: Harus Mandi dan Harus Vaksin.” Nova, No. 1287/XXV, 22-28 Oktober 2012, h. 46.