Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Kenapa Rate Kehamilan Remaja di New York Lebih Rendah daripada di Mississippi?

Masalah kehamilan remaja di Mississippi sudah tidak dapat dikendalikan –nomor satu skala nasional untuk kelahiran remaja- sehingga pada akhirnya pembuat kebijakan mengesahkan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan seks di sekolah. Namun kebijakan baru ini ditentang oleh kelompok radikal anti-seks. Meskipun hampir 95 persen penduduk Amerika Serikat aktif secara seksual sebelum menikah dan 99 perempuan aktif seksual menggunakan kontrasepsi, tetapi kebijakan hukum di Mississippi menganggap bahwa pilihan ini merupakan sesuatu yang kontroversial ataupun kejahatan besar. Pengajar sekolah negeri dilarang untuk melakukan demonstrasi penggunaan kondom, laki-laki dan perempuan harus dipisahkan kelasnya, orang tua dapat menolak, dan sekolah diberikan kebebasan untuk memilih kurikulum “hanya abstinen/puasa seks” yang kenyataannya banyak dipilih sekolah. Namun demikian, beberapa sekolah kini sudah memiliki program yang lebih komprehensif yang benar-benar mengajarkan pencegahan kehamilan dan infeksi menular seksual yang merupakan sebuah langkah kecil menuju kemajuan.

Sementara itu, di kota New York, beberapa sekolah telah melampaui sekedar mengajarkan tentang kontrasepsi sampai ke menawarkan kontrasepsi kepada siswa. The New York Times melaporkan sebuah program percontohan di 13 sekolah (yang dipilih karena tingginya rate kehamilan remaja dan rendahnya akses terhadap kontrasepsi) yang memberikan siswa kesempatan untuk mendapatkan alat kontrasepsi, termasuk kontrasepsi darurat, langsung dari sekolah atau mendapatkan rujukan ke penyedia lokal yang dapat melayani secara lebih baik. Hanya 1 sampai 2 persen dari orang tua memilih keluar dari program, menunjukkan bahwa orang tua di New York memahami mereka harus memberitahu presiden bahwa gagasan menjauhkan remaja dari akses ke kontrasepsi darurat tidak dapat menciptakan pusaran waktu untuk membatalkan seks yang sudah terjadi.