Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Sahabat Perempuan: Membangun Dukungan Menghapus Kekerasan Terhadap Perempuan

Bertempat di Galery Saddha FX Sudirman lantai 7, Kamis 06 September 2012, Yayasan Pulih mengadakan acara talkshow dengan tema “Sahabat Perempuan.” Ibu Kristi Purwandari dan Ibu Livia sebagai narasumber dari Yayasan Pulih, menjelaskan bahwa Sahabat Perempuan merujuk kepada pengertian laki-laki dan perempuan bergabung bersama, saling menguatkan, menghimpun dukungan dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.

Kedua narasumber tersebut juga memaparkan penjelasan singkat tentang sejarah awal berdirinya Yayasan Pulih, di mana misinya adalah melakukan pemulihan psikologi berbasis komunitas. Diperlukan komitmen yang besar, strategi prevensi dan intervensi yang komprehensif, advokasi kebijakan yang terus menerus, dan kerjasama dengan banyak pihak untuk menghapus kekerasan berbasis gender. Pada saat yang sama, lembaga layanan mengalami kendala kerja karena kesulitan menggalang dana, sangat minimnya SDM, serta tiadanya dukungan bagi kerja kemanusiaan. Banyak lembaga berhenti beroperasi, dan bekerja secara tidak optimal. Padahal dukungan dan penguatan sangat diperlukan, yang berimplikasi positif pada peningkatan keamanan, kesejahteraan dan produktivitas masyarakat dan bangsa secara keseluruhan.

Terkait dengan salah satu program Yayasan Pulih tentang Layanan Web Konseling, bahwa layanan tersebut didirikan sebagai salah satu cara supaya psikologi lebih populer ke masyarakat. Sehingga dibuatkan sebuah website untuk dapat berkonsultasi dan menerima segala macam permasalahan yang perlu ditangani secara gratis, nyaman dan bersifat konfidensial. (info@pulih.or.id). Dalam sesi diskusi tersebut dijelaskan bahwa sampai saat ini yang paling banyak berkonsultasi melalui web konseling adalah remaja dan juga laki-laki. Dimensi kekerasan yang terungkap dalam web konseling ini adalah permasalahan remaja, yaitu permasalahan pacaran, pemaksaan dan perasaan bersalah yang begitu besar. Sedangkan permasalahan dewasa (>25 tahun) adalah permasalahan perselingkuhan dan ketakutan/rasa frustasi perempuan yang menghadapi masalah selingkuh dalam menjalankan kehidupan berumahtangga ke depannya. Selain itu permasalahan yang muncul di layanan web konseling ada juga dari remaja yang menjadi korban perkosaan, tapi pihak keluarga malah mendukung dan menekan si pelaku untuk bertanggung jawab pada korban (menikahinya) padahal si korban merasa tertekan, trauma dan stress. Ada juga permasalahan kekerasan seksual remaja oleh orang tua kandungnya (permasalahan domestik). Implikasinya terjadi di masa lalu dan berusaha ditekan rasa stress dan trauma sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif.

Melalui layanan Web Konseling masyarakat merasa lebih nyaman untuk sharing apapun di website konseling ini karena dijamin kerahasiaannya. Jika permasalahan yang disampaikan sifatnya berat dan mendalam maka permasalahan ini akan dirujuk kepada ahli yang lebih sesuai untuk membantu menangani permasalahan tersebut. Kendala yang masih muncul adalah banyak orang belum bisa mengakses layanan informasi, sehingga diperlukan sosialisasi lebih lanjut mengenai layanan website konseling ini.

Kekerasan berbasis gender sifatnya majemuk. seperti kekerasan fisik, psikis, seksual dan sosial. Kekerasan fisik dan psikis pada seorang anak sangat berdampak sampai anak tersebut tumbuh dewasa. Isu kekerasan berbasis gender memang sangat sulit untuk ditangani, sehingga disini sifat kerelawanan harus lebih dikembangkan. Kekerasan dapat menimbulkan luka hingga kecacatan dan kematian, memunculkan kebingungan, ketidakpercayaan diri, depresi, percobaan bunuh diri, hingga masalah kejiwaan lain, memantapkan siklus agresi dalam keluarga dan masyarakat. Memantapnya kekerasan dalam keluarga dan masyarakat menghancurkan sendi-sendi kemanusiaan, menggulirkan kekerasan lanjutan dalam berbagai bentuknya : kekerasan berbasis gender, bullying di sekolah dan tempat kerja, dan berbagai bentuk kriminalitas, ketidakpedulian, kecurangan dan intoleransi pada kelompok lain.

Sebagai tambahan, Yayasan Pulih berkecimpung dalam prevensi dan penanganan psikososial di tingkat komunitas (melalui support group dan bentuk-bentuk penguatan kelompok lainnya), keluarga (konseling keluarga atau pasangan), individu (konseling individual, terapi bermain, pendampingan psikologis dalam proses hukum) serta layanan hotline. Fokus kerja Yayasan Pulih adalah menangani orang yang datang untuk berkonseling dan untuk penanganan kasus. Yang dilakukan adalah konseling, jika dibutuhkan konseling lebih lanjut maka akan dirujuk.

Memahami pentingnya memperkuat peran psikologi dalam mendukung perolehan keadilan melalui proses hukum, Yayasan Pulih juga menyediakan layanan pemeriksaan psikologis khusus untuk kepentingan proses hukum. Dari hasil diskusi yang dipaparkan, diperlukan kampanye secara terus-menerus untuk membangun penyetaraan gender dan kampanye ini harus sebanding dan sejalan dengan kampanye pencegahan lainnya.