Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

HIV dan Suara Hak Asasi Manusia (HAM) di ICAAP Bali 2009

”Hak Asasi Manusia (HAM) telah dipunyai dan melekat pada setiap manusia sejak awal kelahirannya.”

Butir pasal di atas bagi penderita HIV/AIDS, nyatanya HAM khususnya yang terkait hak atas kesehatan bagi mereka masih jauh dari harapan. Hingga kini, penderita HIV kerap kali dikaitkan dengan perlakuan pelanggaran HAM berupa stigma dan diskriminasi di masyarakat. Perlakuan stigma dan diskriminasi yang terjadi di masyarakat diakibatkan minimnya pengetahun masyarakat tentang informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS.

Tema ”HIV and Human Rights” diangkat Michael Sidibe dalam sambutan pengantar sesi Plennary di hari kedua penyelenggaraan ICAAP IX (Selasa, 11 Agustus 2009). Sejumlah pembicara berkelas dibidangnya mewarnai sesi ruang Nusa Indah yang dihadiri oleh banyak peserta.

Michael Sidibe, selaku eksekutif UNAIDS menyoroti bahwa HAM merupakan milik semua orang, tak terkecuali orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sesuai dengan nilai-nilai HAM, karenanya setiap orang tidak boleh diperlakukan diskriminasi, mendapatkan akses untuk kesehatan untuk mencapai standar tertinggi dan kebebasan.

Terkait dengan isu di atas maka perlu upaya-upaya yang dapat memastikan bahwa masyarakat yang termaginalkan menjadi target dan menghilangkan stigma. Stigma yang menempel pada penyakit HIV dihubungkan dengan tindakan pelanggaran HAM, maka program dan kebijakan yang ada perlu dimonitor.

Diakhir presentasinya, Michael menekankan perlunya dukungan semua pihak baik pemerintah, LSM, organisasi lainnya, dan semua kalangan yang ada di masyarakat untuk bersama-sama menangani masalah HIV bersama-sama, tanpa kecuali.

Laporan dari 9th ICAAP, Nusa Dua, Bali. Oleh: Julie Rostina