Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Perlu Perhatian terhadap Kelompok Rentan: Pembelajaran dari Thailand

Seperti halnya di Indonesia, cakupan asuransi kesehatan di Thailand juga dirasakan hanya untuk “masyarakat yang baik”, setidaknya begitu penjelasan dari Jon Ungphakom, direktur AIDS Access Foundation Thailand.

 

Hal ini menjadikan masyarakat yang dipinggirkan, seperti buruh migran, pecandu, pekerja seks komersial, gay dan lesbian, juga para tahanan dipenjara, mereka termasuk dalam kelompok rentan terhadap kesehatannya karena tidak dapat memperoleh akses pelayanan dan informasi terutama masalah HIV dan AIDS untuk melindungi mereka terhadap infeksi HIV.

Akibat kerentanan mereka, kelompok ini dikategorikan sebagai kelompok berisiko tinggi dan merupakan ancaman bagi masyarakat yang menjadikan mereka makin terdiskriminasi dan menjadikannya kriminal.

Jon Ungphakom menegaskan bahwa seharusnya mereka dapat berperan dalam penanggulangan infeksi HIV karena kelompok rentan juga manusia yang berhak atas hak-hak dasar sama seperti masyarakat lain. Kerentanan mereka terhadap HIV / AIDS menghambat kontrol dari epidemi ini di seluruh masyarakat.

Sebagai contoh bagaimana kita mengharapkan hasil pemberdayaan kelompok gay dan lesbian sementara hubungan mereka masih ilegal dan terus didiskriminasi. Juga pada program pengurangan dampak buruk (harm reduction) pada pemakai narkoba jarum suntik yang masih sering dikirim ke penjara dibanding ke rehabilitasi atau tempat pengobatan dari ketergantungan mereka.

Pemberdayaan kelompok rentan membutuhkan pengakuan jika mereka memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya, seperti hak untuk kesehatan, pendidikan, dll., juga dengan menghilangkan segala bentuk diskriminasi dan kriminalisasi.  Dengan mendukung  pembentukan dan penguatan untuk mereka dalam membentuk lembaga/organisasi dan jaringannya, selain itu juga memberikan akses terhadap program pencegahan dan perawatan yang bebas dari aturan yang mendiskrimiasi mereka.

Permasalahan gender juga dapat membuat perempuan termasuk dalam kelompok rentan.  Menurut Geeta Rao Gupta dari International Center for Research on Women di Washington, penularan dari Ibu yang positif kepada anaknya sewaktu proses kelahiran masih banyak terjadi.  Selain itu juga masalah kekerasan dan trafficking pada perempuan dan anak perempuan.

Penyelesaian masalah ini membutuhkan banyak perhatian yang komprehensif terhadap masalah gender berhubungan dengan kerentanan HIV yang merupakan bagian dari perhatian nasional yang terkoordinasi dengan struktural banyak faktor yang menghambat keberhasilan program pencegahan HIV.

 

Laporan dari 9th ICAAP, Nusa Dua, Bali.
Oleh: Ahmad Fauzi