Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Terdapat Kemajuan dalam Penanganan Masalah HIV dan AIDS di Indonesia

"Walau masih ada beberapa halangan termasuk pandangan masyarakat Indonesia  terhadap masalah HIV dan AIDS, namun kita melihat ada kemajuan pada masyarakat Indonesia menanggapi hal ini," seperti yang dikatakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pembukaan Konferensi mengenai AIDS di Asia Pasifik ke-9 yang berlangsung di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada hari Minggu 9 Agustus 2009.

Presiden menyatakan kemajuan tersebut dikarenakan makin banyaknya masyarakat yang sudah tidak takut lagi untuk berbicara dan berbagi pengalaman atau ceritanya, dan makin banyak masyarakat yang mencari layanan konseling dan tes HIV.  Hal tersebut merupakan tanda yang baik yang menunjukkan penurunan stigma terhadap masalah HIV di Indonesia.

Sekarang ini, orang yang hidup dengan HIV/AIDS (Odha) di Indonesia mencapai 270.000.  Namun kita tidak bisa menjadikan angka ini sebagai patokan karena angka sebenarnya mungkin lebih besar.

Mengutip penjelasan dari Sekretaris Jendral Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon, AIDS merupakan epidemik yang paling menghancurkan dalam sejarah.  SBY kembali mengajak pentingnya mengadopsi kebijakan yang efektif dan multi sektor yang dapat membidik pencegahan penyebaran HIV.

Sementara itu sebagai AIDS Ambasador and Champion for Asia Pasific, Ibu Ani Yudhoyono mengatakan bahwa meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai oleh beberapa negara di Asia Pasifik untuk memenuhi Milenium Development Goals (MDGs), namun beberapa negara masih tertinggal, khususnya dalam merespon masalah HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit lainnya.

Masih dalam acara yang sama Direktur Regional untuk Asia Pasific dari UNAIDS JVR Prasada Ran mengungkapkan bahwa wilayah Asia Pasifik diestimasi bahwa sekitar lima juta orang telah terinfeksi dan sekitar satu juta diantaranya membutuhkan pengobatan dari obat antiretroviral.  Namun penanganan masalah pengobatan dalam dua tahun belakangan ini telah menunjukkan kemajuan.

Masih menurut Rao, setidaknya di 10 negara, kasus HIV masih di bawah cakupan edukasi, sehingga menghambat pergerakan internasional untuk menawarkan lebih baik pencegahan, pengobatan dan perawatan, yang dikenal sebagai target akses yang universal.

Laporan dari 9th ICAAP, Nusa Dua, Bali.
Oleh: Ahmad Fauzi