Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

AIDS Dalam Pandangan Islam

Oleh: Siswandi Suarta*

Apa dan Mengapa?

Acquired Immune Deficiency Syndrome, secara harfiah Acquired artinya didapat bukan keturunan. Immune artinya sistem kekebalan. Deficiency adalah kekurangan, dan Syndrome yakni kumpulan gejala penyakit. Sedangkan secara terminologi AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang menyerang dan atau merusak  system kekebalan tubuh manusia melalui HIV (Human Immune Virus).

Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mencegah HIV( mungkin hanya sebatas mencegah penyebarannya melalui ARV). Orang yang terinfeksi HIV akan menjadi karier selama hidupnya, firman Allah s.w.t. yang berbunyi:

“dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit kelaparan, ketakutan,…dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Perilaku Masyarakat dan Hubungannya dengan AIDS

Berbagai data menjelaskan bahwa akselerasi jumlah penderita HIV/AIDs dikarenakan tingginya prevalensi penyakit kelamin atau IMS (Infeksi Menular Seksual) pada waria dan tuna susila. Penyakit kelamin mempermudah penularan HIV/AIDS. Berbagai riset menyatakan bahwa pengetahuan remaja yang minim tentang HIV/AIDS dan interpretasi yang salah tentang masalah seksual merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya HIV/AIDS.

Penyebab dan Penularannya

Kemajuan iptek telah menimbulkan pola dan gaya hidup baru yang bersumber pada doctrine of permissiveness yang kemudian melahirkan permissive society, hal tersebut tercermin pada pola dan gaya hidup semisal; perdagangan seks, pengesahan perkawinan sesama jenis, pameran seks, pornografi, legalisasi aborsi tak bertanggung jawab, dan seterusnya. Allah s.w.t. berfirman:

“maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan, kami pun membuka semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam terdiam berputus asa.” (Al-An’am:44)

HIV terutama terdapat di dalam darah, air mani, dan cairan vagina. Penularannya melalui:

  1. hubungan seksual dengan pengidap HIV (homo atau heteroseksual)
  2. transfusi darah yang mengadung HIV
  3. alat suntik bekas pengidap HIV; tindik, tattoo, narkoba (IDU), injeksi, dan lain-lain
  4. dari ibu hamil kepada janinnya.

Pencegahan

1} Secara Umum

Memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi melalui ceramah agama, khotbah, pengajian, seminar, lokakarya, dan lain-lain. Firman Allah s.w.t.:

“serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantulah pula dengan cara yang baik….” (An-Nahl:25)

2} Secara Khusus

Memperkenalkan metode A, B, C, dan D, yakni:

  • Abstain from sexà bagi remaja dan belum menikah
  • Be faithfulà setia terhadap pasangan
  • Condomà selalu menggunakan kondom
  • Don’t use a hypodermic needleà tidak menggunakan alat suntik bekas pengidap HIV/AIDS.

Pengamanan

Ditujukan kepada orang yang berperilaku sebagai penyebab menularnya HIV/AIDS. Di negara Amerika Serikat AIDS dipandang secara hukum sebagai senjata mematikan. Di Los Angeles, seorang pekerja seks yang tahu dirinya terinfeksi HIV, tetapi tetap meneruskan kegiatannya, didakwa sebagai percobaan pembunuhan.

Di Minessota, seorang yang terinfeksi HIV dan menggigit orang lain dengan tujuan menularkannya, didakwa sebagai percobaan pembunuhan dengan senjata tajam.

Pengobatan

Hadits Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Arba’ah:

“berobatlah hai hamba Allah, karena Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali diturunkan pula obatnya, kecuali penyakit yang satu (pikun).”

Islam memberikan tuntunan dalam pengobatan HIV/AIDS yakni secara fisik, psikis, dan social. Secara fisik melalui medis dan sejenisnya hingga yang terbaru ARV (AntiRetroviral) secara psikis melalui kesabaran, taubat, taqarrub ilallah (dzikrullah), dan berdoa, sedangkan secara social melalui penerimaan dan dukungan penuh masyarakat terutama keluarga.

* Mahasiswa Fikes Uhamka Semester 7 Jurusan Kesehatan Masyarakat, Peminatan Kesehatan Rerpoduksi.

Referensi:

  1. Depkes dan Depag R.I., 1994, Pedoman Penyuluhan AIDS
  2. FKM Uhamka Kelas Reguler ’99, Makalah AIDS dan PMS
  3. Media Aesculapius, tabloid dwibulanan, ed. Juli dan Agustus 2001
  4. WHO, Press Release no. 58, 09 July 2002, 3 Millions HIV/AIDS Sufferers Could Receive Anti-Retroviral Therapy By 2005.