Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Khitan Kurangi Risiko AIDS

Washington DC - Khitanan diyakini secara signifikan mampu mengurangi risiko terjangkitnya AIDS. Studi terbaru menyebutkan bahwa penyakit mematikan itu dapat dilawan dengan cara khitan.Riset yang dilakukan di dua negara Afrika Selatan, yaitu Kenya dan Uganda menunjukkan bahwa pria yang telah di khitan memiliki sedikit kemungkinan untuk terinfeksi HIV jika melakukan hubungan seksual, dibanding dengan yang tidak melakukan khitan.

 

Studi ini dilakukan oleh salah satu badan kesehatan nasional Amerika Serikat, National Institute of Health (NIH) bekerjasama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Dengan melibatkan 2,784 responden pria di Kenya dan 4,996 di Uganda. Hasilnya, orang yang terjangkit HIV mengalami penurunan sebanyak 53% dengan khitan. Sedangkan di Uganda HIV berhasil dikurangi sebanyak 48%.

"Penemuan ini merupakan kabar baik bagi para pemerhati kesehatan yang akan mengembangkan dan mengimplementasikan program pencegahan HIV," ungkap   direktur NIH, Dr Elias Zerhouni, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (13/12/2006).

 

Selanjutnya, Direktur NIAID, Dr Anthony Fauci, menambahkan bahwa penemuan ini bisa menjadi pengaruh utama bagi para pembuat kebijakan dalam memerangi AIDS, terutama di negara-negara yang memiliki angka infeksi HIV besar. Namun Fauci mengimbau agar masyarakat tidak percaya begitu saja dengan hasil temuan ini.

 

 "Walaupun hasil studi ini sudah valid, kita tatap harus mengantisipasinya

dengan tindakan pencegahan. Msyarakat masih tetap harus melindungi diri secara ketat dalam melawan AIDS," imbuh Fauci lagi. Ditekankan dia, yang terpenting adalah khitan harus dilakukan oleh ahlinya dengan operasi yang aman agar tidak terinfeksi atau terjangkit komplikasi.

 

Studi ini dimulai September 2005 sampai pertengahan 2007. Melibatkan pria usia 18 sampai 24 tahun di Kenya, dan usia 15 sampai 49 di Uganda. Dari 65 responden yang terlibat di Uganda, 22 di khitan dan 43 tidak. Sedangkan di Kenya dari 69 responden, 22 diantaranya di khitan dan 47 tidak. (nvt/nvt)

 

dilansir dari detikcom