Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Keluarga Berencana

Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR (IUD) Sebagai Kontrasepsi Darurat

Selain dengan memakai pil (baik dedicated pills atau pil KB biasa), metode kontrasepsi darurat lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan pemasangan AKDR jenis copper-T dalam waktu lima hari setelah terjadinya hubungan seksual tanpa perlindungan. Mekanisme Kerja

Pria di Sulut Tidak Aktif BerKB

Keikutsertaan pria menggunakan alat kontrasepsi Keluarga Berancana (KB) di Sulawesi Utara (Sulut), masih sangat rendah dibandingkan dengan pria di Pulau Jawa atau daerah lain di Indonesia. "Pria Sulut sangat enggan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom dan vasektomi, kata Kepala Seksi Peningkatan Partisipasi Pria Dinas BKKBN Sulut, Yoppy Kalesaran, Jumat (8/11), di Manado.

Pria dihimbau agar ikut KB

Kesadaran kaum laki-laki di Bengkulu mengikuti program KB masih sangat rendah, baru sebesar 0,84 peserta (1.882 akseptor) dari total peserta KB aktif sampai Mei 2002 sebanyak 225.297 akseptor, padahal dalam Propenas dinyatakan pada 2004, peserta KB pria jumlahnya sudah 8%.

Thailand Larang Penggunaan Jus Lemon Sebagai Alat Kontrasepsi

Menteri Kesehatan Thailand Sudarat Keyuraphan mengingatkan kepada semua pasangan suami istri untuk tetap menggunakan kondom dan tidak menggantinya dengan jus lemon yang dipercaya bisa mencegah kehamilan ataupun penyebaran virus HIV. Hal ini dikatakannya kepada pers Sabtu (10/8).

Ketersediaan Alat Kontrasepsi Masih Bergantung Luar Negeri

Ketersediaan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) di Indonesia hingga kini masih bergantung pada bantuan luar negeri, kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat, Drs Imam Haryadi. Kepada wartawan di Mataram, Selasa dia menjelaskan, sebab sebagian besar alat kontrasepsi tersebut masih diproduksi di luar negeri. "Kita tidak bisa menyebutkan satu persatu negara mana saja yang membantu Indonesia dalam penyediaan alat kontrasepsi, karena negara-negara tersebut telah tergabung pada Bank Dunia," katanya.

Hanya Tiga Persen Kesertaan Pria Ber-KB di Indonesia

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat, Drs Imam Haryadi mengatakan, kesertaan pria indonesia untuk ber-KB sangat rendah hanya sekitar tiga persen. "Yang tiga persen tersebut menggunakan kondom 0,7 persen, vasektomi 0,4 persen, senggama terputus 0,8 persen dan pantang berkala 1,1 persen," katanya dihadapan peserta Lokakarya KIE bagi anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Senin.