Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Keluarga Berencana

Tingkat Kesuburan Di Setiap Tingkatan Umur

Tingkat kesuburan manusia diukur dari kualitas sel telur dan spermanya. Kualitas sel telur dan sperma sangat penting pengaruhnya terhadap daya tarik seksual dan kehidupan seksual perempuan dan laki-laki. Kualitas sel telur dan sperma mengalami perubahan sejalan dengan pertambahan usia. Berikut tabel tingkatan kesuburan berdasarkan tingkatan umur.

Usia 20-an Tahun

Pada usia ini gairah seksual perempuan sedang dalam masa puncak dan dipengaruhi oleh menstruasi yang mencapai puncaknya pada masa ovulasi, sehingga pada masa ini kemungkinan untuk hamil sangat tinggi.

Memahami Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Mungkin bagi kita istilah Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) terdengar rumit dan bahkan membingungkan. Sebenarnya istilah ini merupakan alih bahasa dari istilah dalam Bahasa Inggris, Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR) atau juga Sexual and Reproductive Rights and Health (SRRH).

Benang Merah Kesepakatan-kesepakatan Internasional dengan Kerja-kerja Advokasi dan Pemberian Informasi Hak Kesehatan Seksual dan

Disampaikan oleh Prof. Dr. Saparinah Sadli pada Pelatihan Forum Seksualitas Indonesia di Solo, Jawa Tengah (10/09/2012).

Artikel Terbaru tentang Aborsi dan Kehamilan Tidak Diinginkan

Sampai dengan tahun 2008 diperkirakan sebanyak 44 juta aborsi terjadi di seluruh dunia yang empat dari lima diantaranya terjadi di negara berkembang. Sayangnya di hampir seluruh negara berkembang aborsi adalah illegal untuk alasan apapun sehingga prosedur aborsi banyak dilakukan secara tidak aman. Bahkan di negara dimana aborsi tidak secara ketat dilarang, akses perempuan ke prosedur aborsi yang aman masih terbatas dikarenakan penyedia layanan yang tidak terlatih atau faktor-faktor lainnya.

Tentang Hamil di Luar Kandungan

Kemungkinan terjadi kehamilan di luar rahim (ektopik) terjadi pada 7 dari 1000 kehamilan. Apa penyebab kehamilan di luar rahim dan penanganan apa yang tepat?

Pendarahan yang dialami calon ibu pada trimester pertama bisa terjadi pada kehamilan di luar rahim (ektopik). Kondisi ini akibat telur yang telah dibuahi tidak masuk dan tertanam di dalam rahim, melainkan berada di luar rahim. Berikut ini calon ibu yang berisiko mengalami kehamilan di luar rahim:

Tentang Hamil Anggur

Dalam kedokteran sebenarnya tidak mengenal istilah Hamil Anggur. Kedokteran menyebut kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi akibat kegagalan pembentukan janin, "bakal janin" ini dengan istilah Mola hidatidosa. Bentuknya memang mirip gerombolan buah anggur, sehingga orang menyebutnya hamil anggur.

Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.

Terapi Tepat Sesuai Masalah

Bukan tak mungkin, kehamilan yang tak kunjung terjadi selama ini semata-mata disebabkan posisi bercinta yang salah. Frekuensi berintim-intim yang 3-4 kali seminggu juga tak disarankan dan harus dijarangkan menjadi 2-3 kali seminggu agar sperma lebih berkualitas (matang) dan volumenya lebih banyak.

Langkah-langkah Pemeriksaan untuk Mendapat “Momongan”

Anda dan pasangan tengah menanti momongan? Tak perlu berkecil hati sebab Anda ditemani oleh sekitar 12% pasangan usia subur (20-30 tahun) yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan akibat gangguan reproduksi ringan hingga berat. Secara medis, suami istri yang dikategorikan sebagai pasangan tak subur (infertil) bila selama 12 bulan melakukan sanggama secara teratur (tanpa menggunakan kontrasepsi) tak membuahkan kehamilan.

Diluncurkan, Pendekatan Baru Program KB

Perubahan sistem pemerintahan menjadi desentralisasi membawa tantangan baru dalam keberhasilan program Keluarga Berencana atau KB. Data menunjukkan, selama tahun 2003, program KB nasional berjalan stagnan. Untuk itu, perlu cara baru dalam pengelolaan program KB.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKKBN Sugiri Syarief saat peluncuran inisiatif Advance Family Planning (AFP) di Jakarta, Selasa (6/4/2010). Advance Family Planning adalah suatu inisiatif yang bertujuan untuk merevitalisasi program KB melalui peningkatan anggaran dan komitmen kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan global.

KB dalam Pandangan Gereja Katolik

Gereja Katolik memandang program KB dapat diterima. Namun, cara melaksanakannya harus diserahkan sepenuhnya kepada tanggung jawab suami-istri, dengan mengindahkan kesejahteraan keluarga.