Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Kesehatan Ibu dan Anak

Jangan Anggap Enteng Anemia pada Anak

Adanya siklus menstruasi setiap bulan merupakan salah satu faktor penyebab perempuan mudah terkena anemia atau akrab dikenal dengan istilah kurang darah. Namun, anemia kini tak hanya diderita kaum perempuan, tetapi mulai banyak diderita anak-anak. Faktor penyebabnya adalah konsumsi makanan yang defisiensi zat besi dan terkena infeksi penyakit seperti cacing dan malaria.

Melihat dampaknya pada kecerdasan anak dan daya tahan tubuh, anemia bagi anak jangan dianggap enteng. Untuk itu, perlu pendeteksian lebih dini agar apa yang terjadi dapat diatasi dengan lebih baik.

ASI, Sumber DHA dan ARA Terbaik bagi Bayi

Para ibu haruslah memberikan nutrisi terbaik bagi awal kehidupan buah hatinya, dan mendapatkan informasi yang cukup tentang berbagai hal yang bermanfaat bagi bagi tumbuh kembang anak.

Air susu ibu (ASI) adalah sumber gizi yang terbaik yang dapat diberikan para ibu kepada bayinya. Untuk itu para ibu sebaiknya memberikan ASI kepada bayi mereka secara eksklusif, paling tidak hingga usia 6 bulan.

Terapi Hormon Berisiko Kanker

Sejumlah masalah yang dialami oleh para wanita menoupause rupanya sangat erat dengan kaitan penggunaan hormon yang dilakukan mereka demi memperlambat terjadinya menopause. Menurut Dr Gerardo Heiss dari University of North Carolona di Chape Hill, sejumnlah resiko seperti kanker paru-parun menjadi ancaman bagi para wanita yang mengkonsumsi pil estrogen-progestin selama lima tahun setelah mereka menjalani masa menoupause tersebut.

Profil Kesehatan Perempuan Indonesia

Lebih dari separuh (104,6 juta orang) dari total penduduk Indonesia (208,2 juta orang) adalah perempuan.  Namun, kualitas hidup perempuan jauh tertinggal dibandingkan laki-laki.

Kenali Perubahan Payudara

Jangan panik dulu jika menemukan perubahan pada payudara Anda.   Lebih baik kenali dulu aneka perubahan pada organ ini sehingga Anda bisa bertindak dengan cepat dan tepat.  

Stres di Balik Kanker

Lakukan pemeriksaan payudara secara berkala agar serangan kanker bisa dihindari.

Stres ternyata banyak yang mengundang. Di rumah, ketika terjadi perselisihan dengan pasangan dan perseteruan tak kunjung padam, stres pun menjadi teman Anda. Di kantor, manakala pekerjaan menumpuk sedangkan Anda tidak memiliki tim kerja yang baik, stres langsung hinggap. Saat badan dalam kondisi tidak sehat, apalagi diagnosis dokter menyebutkan Anda menderita kanker payudara, stres langsung menyapa.