Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Kesehatan Ibu dan Anak

Melepas Jerat Nikotin

Candu nikotin dalam rokok sepuluh kali lebih kuat daripada kokain dan morfin.

Berhenti merokok bukan hal mudah. Namun bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Ardi misalnya, laki-laki 40 tahun yang merokok sejak duduk di bangku SMP itu sudah setahun ini terbebas dari kebiasaan merokok. Padahal sebelumnya ia biasa mengisap 1-2 bungkus rokok per hari.

Diakui Ardi, perlu perjuangan berat untuk bisa lepas dari batang-batang tembakau yang sebelumnya selalu menemani hari-harinya. Dalam usahanya, pernah beberapa kali ia putus nyambung dengan rokok.

Waspada Pembunuh Nomor 1 Wanita Indonesia

Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita yang meninggal akibat penyakit ini.

Menurut survei yang melibatkan 5.423  wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara,  termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim.

Jangan Anggap Enteng Keputihan

Oleh dr. Putu Anindita Maharani, S.Ked.

Keputihan yang dalam istilah medis disebut flour albus atau leucorrhoea merupakan cairan yang keluar dari vagina. Penyakit keputihan sering dijumpai dan menjadi problem pada wanita. Sekitar 75% wanita pernah mengalaminya.

Angka Kematian Bayi Stagnan

Indonesia masih harus berjuang keras untuk memperbaiki indikator pembangunan kesehatan, khususnya tingkat  kematian bayi, karena tren angka kematian bayi selama empat tahun terakhir belum menurun. Rata-rata angka kematian bayi pada periode 2003-2007 relatif stagnan di kisaran 34 per 1.000 kelahiran.

Depresi Saat Hamil Tingkatkan Risiko Kelahiran Pra-Dini

Perempuan yang mengalami depresi selama awal kehamilan lebih mungkin untuk menghadapi kelahiran sebelum masanya, demikian hasil suatu studi baru di AS.

Beberapa ilmuwan mewawancarai 791 perempuan yang berada pada bulan ke-10 kehamilan mereka di kabupaten dan kota San Francisco dan mendapati bahwa 41 persen melaporkan gejala depresi "berarti", sementara 22 persen melaporkan gejala depresi "parah".

Ibu Hamil Sebaiknya Menjaga Kondisi Psikologisnya

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan selama 20 tahun oleh Tiffani Field, Ph. D dari Universitas of Miami Medical School, anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami depresi berat selama kehamilan akan memiliki kadar hormon stres tinggi, aktivitas otak yang peka terhadap depresi, menunjukkan sedikit ekspresi, dan mengalami gejala depresi lain, seperti sulit makan dan tidur.

Depresi pada ibu yang sedang mengandung disebabkan banyak hal. Pertama, adanya perubahan hormon yang menpengaruhi mood ibu secara keseluruhan sehingga si ibu sering merasa kesal, jenuh, atau sedih.