Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Gender dan Kekerasan thd Perempuan

Aborsi di Indonesia

Pengertian aborsi adalah tindakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan), bukan semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibu tidak menghendaki kehamilan itu.  

Aborsi ditinjau dari Tiga Sudut Pandang

oleh: Laily Hanifah 

Aborsi tetap menjadi masalah kontroversial, tidak saja dari sudut pandang kesehatan, tetapi juga sudut pandang hukum dan agama. Artikel berikut ini bertujuan untuk mengupas masalah aborsi ditinjau dari ketiga sudut pandang tersebut serta
perkembangan terakhir dalam rangka mewujudkan aborsi aman di Indonesia.

A. Sudut pandang kesehatan

Menyediakan Pelayanan Aborsi Legal dalam Keterbatasan Hukum

Hukum di 131 negara berkembang mengizinkan tindak aborsi dilakukan dengan pertimbangan keadaan tertentu, mulai dari pertimbangan sosial dan ekonomi sampai dengan pertimbangan yuridis. Kebanyakan negara tersebut mengizinkan aborsi untuk menyelamatkan kehidupan dari perempuan hamil, dan 50 negara di antaranya membolehkan aborsi akibat perkosaan atau incest.

Laki-laki dan Kesehatan Reproduksi

Tahun-tahun belakangan ini, banyak program-program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tertarik kepada topik laki-laki dan kesehatan reproduksi. Program-program tersebut melihat bahwa laki-laki mempunyai pengaruh yang penting dalam kesehatan perempuan dan anak-anak maupun kebutuhan kesehatan reproduksinya sendiri. Dalam beberapa situasi lain, laki-laki juga dapat berperan sebagai pengantar ibu ke pelayanan kesehatan reproduksi.2

Keselamatan Ibu (Safe Motherhood) dan Perkembangan Anak: Bagaimana Peran Laki-laki ?

Laki-laki sebagai suami ikut berperan dalam kehidupan dan kesehatan istrinya dan juga dalam kesehatan anak-anak mereka. WHO memperkirakan 585.000 perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan, proses kelahiran, dan aborsi yang tidak aman – sekitar satu perempuan meninggal setiap menit.25,26 Hampir semua kasus kematian ini sebenarnya dapat dicegah.11

Hak-hak Perempuan dan Kesehatan Reproduksi

Pada bulan September 1994 di Kairo, 184 negara berkumpul untuk merencanakan suatu kesetaraan antara kehidupan manusia dan sumber daya yang ada. Untuk pertama kalinya, perjanjian internasional mengenai kependudukan memfokuskan kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan sebagai tema sentral.

Merespons Anak yang Mengalami Pelecehan Seksual!

Oleh: Dewi Minangsari, Konselor

Suatu hari seorang guru taman kanak-kanak menelepon dan mengatakan, seorang bocah yang berumur empat tahun vaginanya dimasuki obeng. Saya sarankan untuk memeriksakannya secara hati-hati agar anak tak takut dan membicarakannya dengan psikolog.

Dampak Kekerasan Masa Kecil Pada Gadis

Wanita yang secara fisik mengalami kekerasan pada waktu anak-anak akan dua kali lebih tinggi rentan atas penyakit atau gejala kegagalan untuk makan. Penelitian yang dilakuakn oleh Dr Bernard L Harlow dari Harvard University School atas 732 wanita berusia 36-44 tahun menunjukan hal itu.

Ke-732 wanita yang dijadikan obyek penelitian Dr Bernard L Harlow itu mengakui bahwa semasa kecil mereka mengalami perlakukan kasar.

Sebuah dampak yang membuat para wanita itu ketika beranjak dewasa mengalami masalah dengan mengkonsumsi makanan.

Mempertanyakan Praktik Sunat Perempuan di Indonesia

Oleh: Lies Marcoes Natsir

 

Ketidakadilan Jender, Kesetaraan Jender, dan Pengarusutamaan Jender

JUDUL tulisan ini muncul dari pertanyaan seorang pembaca di Jawa Barat yang sampai di meja pengasuh. Untuk mereka yang bergiat dalam isu perempuan mungkin sudah sering mendengar dan paham, namun tidak demikian untuk masyarakat kebanyakan. Buktinya pertanyaan tentang itu masih muncul.

Oleh Karena itu, berbeda dengan biasanya, kolom ini tidak mengupas secara khusus tentang kekerasan terhadap perempuan, walaupun demikian masih sangat terkait dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan.