Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Gender dan Kekerasan thd Perempuan

Kesehatan Reproduksi Perempuan, 100 Tahun Setelah Kepergian Kartini

Dina (30, bukan nama sebenarnya) merasa belum siap memiliki anak ketika dia menyadari dirinya hamil. Dina baru saja menikah saat dia hamil delapan tahun lalu dan suaminya mendapat kontrak kerja ke Papua. Keadaan ekonomi yang mepet membuat Dina tidak bisa ikut suaminya ke Papua. Yang mencemaskan Dina adalah dia tidak mampu membiayai kelahiran bayinya, apalagi membiayai perawatan anaknya kelak. Lagi pula, orangtua Dina sudah tua sehingga pengantin muda ini tidak mungkin mengharapkan bantuan dari orangtuanya.

Refleksi Wafatnya RA Kartini bagi Para Suami

Oleh: Wisnu Adi Yulianto

MESKIPUN bangsa ini selalu mengenang jasa-jasa perjuangan RA Kartini, banyak yang lupa bagaimana beliau meninggal. Tokoh emansipasi wanita Indonesia dari Jepara ini wafat pada usia 25 tahun, yaitu empat hari setelah beliau melahirkan putra pertamanya. Kebanyakan kita memutus, itu adalah takdir. Memang demikian adanya. Akan tetapi, ada yang agaknya terlupakan bahwa melahirkan itu berisiko membawa kematian.

Perempuan Pintu Gerbang Menuju Keluarga Sejahtera

Bila kaum perempuan diberi dukungan dan kesempatan dalam mengejar ketertinggalannya, baik di sektor publik (ekonomi, hukum, ekonomi dan sosial) maupun di sektor domestik (keluarga), niscaya Indonesia menjadi terdepan. Lingkungan Sukamaju di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mencoba mengembangkan model transformasi ke arah itu.

Nikmatnya Gaharu, Pahitnya Derita Perempuan Pedalaman Asmat

Kayu gaharu begitu penting bagi masyarakat pedalaman suku Asmat, Papua. Nilai gaharu sampai Rp 10 juta per kilogram untuk yang berkualitas prima. Tetapi, di balik perburuan gaharu tersimpan kekerasan terhadap perempuan. Pemicunya adalah minuman keras yang telah meracuni kehidupan lelaki pedalaman.

Menjernihkan Teologi - Tentang Hubungan Suami-Istri

Oleh: Alimin Mesra

DI dalam memberi pesan tentang hubungan intim suami-istri, Al Quran mengutamakan aspek kesehatan reproduksi perempuan, di samping penekanan agar hubungan itu dapat dinikmati bersama.

Keadilan untuk Perempuan Difabel

Ada kelompok masyarakat yang sangat rentan dilanggar haknya dalam masyarakat kita, yakni perempuan dan difabel (pengganti istilah penyandang cacat). Maka lengkaplah kerentanan itu bagi seseorang yang menyandang dua hal tersebut, perempuan sekaligus difabel. Seperti dituturkan seorang ibu di bawah ini tentang penderitaan anak perempuannya yang difabel karena kekerasan seksual.

***

Perempuan di Tengah Pergulatan Identitas

UNDANG-undang mengenai pelarangan penggunaan simbol agama-agama apa pun-di sekolah negeri yang disahkan di Perancis menimbulkan banyak pertanyaan dan menyulut protes keras sampai keluar Perancis dan menimbulkan sentimen-sentimen baru yang didasari oleh solidaritas agama. Peraturan itu dianggap melanggar hak untuk menunjukkan identitas, khususnya identitas agama.

Perlu Fikih Alternatif - Untuk Penguatan Hak Kesehatan Reproduksi

Oleh: Maria Ulfah Anshor

Hamil Akibat Perkosaan

Pertanyaan yang mungkin relevan untuk diketengahkan dalam persoalan ini adalah apakah perempuan yang hamil karena perkosaan diperbolehkan menggugurkan kandungannya? Pertanyaan ini adalah wajar, mengingat kasus perkosaan menimbulkan dampak psikologis yang luar biasa bagi korban, sering kali juga menimbulkan trauma dan kepedihan yang sangat mendalam.  Pada sebagian korban, mungkin kengerian itu akan terus membayang-bayangi hidupnya.

Pelangi Gerakan Perempuan Indonesia

ADA kemajuan dalam gerakan perempuan di Indonesia dibandingkan dengan lebih dari 15 tahun lalu. Ketika itu, ada kesenjangan di antara gerakan perempuan Indonesia karena masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Yang satu merasa lebih penting dari yang lain.