Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Gender dan Kekerasan thd Perempuan

Kesetaraan, Tanpa Hilangkan Persoalan Perempuan

Oleh: Maria Hartiningsih dan Ninuk Mardiana

Konflik bersenjata, kemiskinan, kelaparan, HIV/AIDS, perdagangan manusia, fundamentalisme, bencana alam, dan lain-lain, adalah gambaran muram situasi perempuan.

BBM dan Perempuan

Oleh: Indraswari

sumber: Harian Kompas, Sabtu, 08 Oktober 2005

Jalan Panjang Menuju Kesetaraan

Politik kekerasan yang dilakukan oleh banyak pihak atas nama kebenaran agama, memenuhi lembar-lembar berita di surat kabar dan jam tayang utama di layar kaca. Padahal persoalan lain di Indonesia masih membutuhkan lebih banyak perhatian.

Hak Perempuan adalah Hak Asasi Manusia

Meski telah diratifikasi selama 21 tahun, Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Deskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on the Elimination of All Forms of Descrimination against Women ternyata masih diabaikan oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.

Melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984, Convention on the Elimination of All Forms of Descrimination against Women (CEDAW) seharusnya menjadi produk hukum yang ditaati semua orang di wilayah hukum Indonesia. Ironisnya, kasus diskriminasi terhadap perempuan jarang dapat sampai ke pengadilan.

Cermati, RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi

Oleh: Ninuk Mardiana Pambudy

Dewan Perwakilan Rakyat RI memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi dalam masa kerja mereka.

Setelah mempelajari secara kritis rancangan tersebut, Jaringan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Pro Perempuan menilai harus ada pembahasan lebih dalam mengenai rancangan itu karena tidak melindungi perempuan dan anak, bahkan cenderung menjadikan mereka korban.

Perempuan Meruntuhkan Stigma, Melanjutkan Hidup

Mairinda (26) tidak ingin mengungkapkan kenapa ia terjangkit human immunodeficiency virus. Tetapi ia mengingatkan kepada perempuan lain agar menjaga alat reproduksinya, juga pergaulannya. "Saya berasal dari keluarga baik-baik. Semua terjadi di lingkungan pergaulan," ujar Mairinda.

Sistem Negeri Kita Picu Pemerkosaan?

Oleh: Soe Tjen Marching

MUNGKIN budaya yang dipromosikan sistem hukum dan pemerintah kita saat ini adalah budaya yang memicu pemerkosaan. Dalam surat elektronik perempuan@yahoogroups.com yang saya terima pada tanggal 23 Maret lalu, terdapat kisah tentang seorang gadis Bengkulu yang mengalami percobaan pemerkosaan. Perempuan ini dengan beraninya mempertahankan diri, tetapi malah dijadikan tersangka karena pembelaan dirinya.

Hari Kartini, Kesehatan Reproduksi Perempuan, dan Amandemen UU Kesehatan

TANGGAL 21 April kita akan kembali memperingati Hari Kartini. Inspirasi yang diberikan Kartini kepada perempuan Indonesia untuk kehidupan yang bermartabat setara dengan laki-laki tidak diragukan lagi. Di antara berbagai persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia untuk mendapatkan derajat kehidupan seperti yang dicita-citakan Kartini, yang sering luput adalah pelajaran dari ironi kematian Kartini.

Sekali Lagi, Memperjuangkan Perempuan sebagai Subyek

Oleh: R Valentina Sagala

HARI Kartini, Kesehatan Reproduksi Perempuan, dan Amandemen UU Kesehatan. Demikian judul tulisan di harian ini, Senin (11/4). Di dalamnya dipaparkan bahwa salah satu yang dapat menurunkan dengan cepat AKI dan meningkatkan secara nyata kesejahteraan perempuan adalah amandemen UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Problem Kesehatan Reproduksi Perempuan Pengungsi

Oleh: Mukhotib MD

Bencana gempa yang disusul dengan gelombang tsunami akhir tahun lalu sudah berlalu satu bulan. Masih tersisa tumpukan-tumpukan sampah yang bercampur-campur-termasuk di dalamnya mayat-mayat korban tsunami-di berbagai daerah sepanjang pantai, seperti di Ulee Aceh bagian timur maupun di Meulaboh, Calang, dan Pulau Nasi, di wilayah Aceh bagian barat.