Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Pencegahan ISR dan HIV/AIDS

Hasil Monitoring 25 RS Rujukan Yan. Kesehatan ODHA Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI

Pendahuluan

  • Dalam merespons 3 by 5, Depkes telah menetapkan 25 RS rujukan ODHA di 13 Propinsi

Kasus HIV/AIDS di Indonesia Terus Meningkat

Menurut catatan UNAIDS, saat ini di dunia terjadi peningkatan jumlah orang dengan HIV/AIDS dari 36,6 juta orang pada tahun 2002 menjadi 39,4 juta orang pada tahun 2004. Sedangkan di Asia diperkirakan mencapai 8,2 juta orang dengan HIV/AIDS, 2,3 juta di antaranya adalah perempuan (UNAIDS, 2004).

Kasus HIV/AIDS Kian Meningkat

Epidemi HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat. Data nasional hingga 30 Juni 2005 menunjukkan 7.098 kasus HIV/AIDS, atau meningkat signifikan dari data sebelumnya, yaitu 6.789 kasus per 31 Maret 2005. Selama April sampai Juni 2005 terdapat 72 kasus infeksi HIV dan 237 kasus AIDS baru.

Pengobatan Anti Retroviral pada Ko Iinfeksi HIV-HEPATITIS C

Oleh: Zubairi Djoerban

MASALAH HIV
Masalah HIV di Indonesia sudah menjadi masalah besar. Bukti yang bisa kita lihat di depan mata adalah banyaknya pasien yang berobat setiap hari di berbagai rumah sakit di Jakarta, Bandung ataupun Surabaya dan daerah lain seluruh Indonesia. Di Jakarta sebagai contoh, di RS Cipto Mangunkusumo setiap hari ada 40 odha yang berobat jalan. Di RSK Dharmais 25 - 40 odha setiap hari yang berobat jalan, sedangkan penulis sendiri mengobati 10 - 15 odha berobat jalan setiap hari.

Waspadai Peningkatan Jumlah Pengguna Narkoba Suntikan!

Oleh: dr. Samsuridjal Djauzi Kelompok Studi Khusus AIDS Fakultas Kedokteran UI/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Narkoba Suntik Kontribusi Penyebaran HIV di Indonesia

Kobe, Jepang, 1 Juli 2005 – Hasil tes terhadap para pengguna narkoba suntik di Jakarta menunjukkan bahwa satu dari dua pengguna narkoba suntik yang dites HIV, ditemukan positif terinfeksi virus tersebut. Sementara di Pontianak, Kalimantan Barat, 70% dari pengguna narkoba suntik yang meminta untuk di tes HIV, juga ditemukan telah terinfeksi virus tersebut. Demikian menurut laporan UNAIDS yang disampaikan pada Kongres Internasional AIDS Asia-Pasifik atau ICAAP (International Congress on AIDS in Asia and the Pacific), yang dibuka hari ini di Kobe, Jepang.

Satu dari Dua Pengguna Narkoba Suntik di Jakarta Positif HIV

Hasil tes Badan AIDS Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNAIDS) terhadap para pengguna narkoba suntik di Jakarta menunjukkan bahwa satu dari dua pengguna yang dites HIV didapati positif terinveksi virus tersebut.

Hasil penelitian UNAIDS yang dilaporkan dalam Kongres Internasional AIDS Asia-Pasifik (ICAAP) di Kobe, Jepang, Jumat (1/7) itu, juga menunjukkan bahwa 70 persen pengguna narkoba suntik di Pontianak, Kalimantan Barat, mengidap virus HIV.

700 000 ODHA di Negara Berkembang Telah Mendapatkan Pengobatan

Diakhir tahun 2004, 700 000 orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA)
di banyak negara berkembang telah mendapatkan pengobatan antiretroviral
(ART), berkat upaya dari pemerintah masing-masing negara, para lembaga donor
dan mitra lainnya.  Jumlah tersebut mencerminkan peningkatan hingga 75% dari
jumlah awal yang didata setahun yang lalu atau meningkat sejumlah 440 000
dari laporan bulan Juli 2004.

Hal ini diungkap saat jumpa pers bersama dalam pertemuan tahunan Forum

India Memulai Ujicoba Vaksin HIV

India telah memulai proyek pertama yang mengujicobakan vaksin AIDS langsung
kepada manusia, demikian kata menteri kesehatan India. Ujicoba yang
dilaksanakan di kota sebelah barat Pune ini akan melibatkan 30 relawan bebas
HIV -baik wanita dan laki-laki, dan berumur antara 18 hingga 45 tahun.

Populasi HIV/AIDS di India yang berjumlah lebih dari lima juta orang
merupakan jumlah yang terbesar di dunia kedua setelah Afrika Selatan.
Ujicoba terhadap manusia juga telah dilaksanakan di AS, Eropa dan Afrika,

Tekan Laju HIV/AIDS

Indonesia telah kehilangan peluang untuk menangkal percepatan penularan HIV. Saat ini bersama sejumlah negara di Asia, Indonesia tergolong sebagai negara dengan epidemi terkonsentrasi. Tingkat penularan HIV/AIDS pada subpopulasi tertentu mengalami pertumbuhan cepat. Peningkatan drastis terjadi pada pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif suntik. Karenanya, pelbagai upaya serius untuk menekan laju penularan HIV/AIDS mendesak untuk dilakukan.