Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Pencegahan ISR dan HIV/AIDS

Program 100% Penggunaan Kondom di Asia

Banyak alasan tidak efektifnya program-program pencegahan penularan HIV di beberapa negara, salah satunya adalah kegagalan menghadapi kerentanan terhadap kelompok infeksi tertentu. Hampir semua negara melarang praktik prostitusi, namun juga gagal meredam praktek-praktek prostitusi oleh pekerja seks. Hal itu menimbulkan kebutuhan alternatif akan pilihan program dalam pencegahan penularan HIV, termasuk promosi kondom dalam bisnis seks.

Menjamin kesehatan seksual dan reproduksi bagi orang dengan HIV dan AIDS

Data terakhir kasus HIV dan AIDS di Indonesia menunjukkan jumlah hampir 20.000 orang yang terinfeksi penyakit mematikan itu.  Padahal, UNAIDS memperkirakan sudah ada 270.000 orang yang terinfeksi namun tidak terlaporkan atau tercatatkan, dengan demikian, kemungkinan jumlah kasus sebenarnya di Indonesia adalah 10 kali lipat dari yang tercatat di Departemen Kesehatan RI. 

Persediaan Obat ARV Kritis

Ketersediaan obat antiretroviral di sejumlah daerah di Tanah Air makin kritis. Jika masalah ini tidak segera diatasi, banyak orang dengan HIV/AIDS atau ODHA terancam putus berobat. Padahal, obat itu harus terus dikonsumsi para pasien yang terinfeksi HIV untuk memperkuat daya tahan.

Ada dua persoalan dalam hal kelangkaan tersebut. Di sejumlah daerah ARV langka akibat keterlambatan distribusi dari Departemen Kesehatan, tetapi secara umum kelangkaan juga disebabkan terbatasnya dana pengadaan obat ARV.

Sepekan ke Depan, ARV Sulit Didapat

Sedikitnya 200 rumah sakit di Indonesia selama sepekan ke depan akan mengalami kelangkaan obat-obatan antiretroviral (ARV) bagi penderita HIV/AIDS.

Ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang banyak menangani masalah HIV/AIDS, Prof Dr Syamsuridjal Djauzi, mengatakan, di Jakarta, Rabu (29/10), kelangkaan itu dipicu oleh skema pembelian obat yang dilakukan pemerintah terhadap perusahaan obat nasional.

Indonesia Gagal Tangani HIV/AIDS

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) mengakui gagal dalam menanggulangi masalah penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Terhitung sejak krisis moneter terjadi di Tanah Air pada tahun 1998 berbeda dengan sejumlah negara berkembang lain, penderita HIV/AIDS di Indonesia malah terus bertambah dari tahun ke tahun hingga kini.

Mengutip data Departemen Kesehatan terbaru. KPAN melaporkan, sampai akhir Juni 2008 terdapat penambahan kasus AIDS sejumlah 2947 orang pada tahun 2007. Dan terdapat 1546 kasus pada 4 bulan pertama tahun 2008.

Kenali Tanda PMS pada Perempuan

Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.

Kanker Bunuh 20 Perempuan Indonesia Setiap Hari

Setiap dua menit seorang perempuan di dunia meninggal akibat kanker serviks/kanker leher rahim. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 20 perempuan meninggal setiap hari karena kanker leher rahim. Kanker jenis ini merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. "Itu berdasarkan data Badan Yayasan Kanker Indonesia," kata Dr. Zulkarnain H. Sp.O.g. dari RSUAM.

Kondom Perempuan

Oleh: Nur Bernadette*

Kondom perempuan? Memang ada?  Sejak kapan?  Sama ngga bentuknya kayak kondom laki-laki?  Pake-nya gimana?  Dijual bebas kan?

 

Berderet pertanyaan yang diajukan saat kondom perempuan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2007 yang lalu dalam Pertemuan Nasional HIV/AIDS ke-3 di Surabaya.  Mulai dari yang ngaco sampai ilmiahnya.  Kondom perempuan sendiri mulai ditemukan pada tahun 1981 oleh dr. Lasse Hessel, dan diluncurkan pertama kali pada tahun 1992 oleh Female Health Company (FHC).  Kondom perempuan kini banyak dipakai di beberapa negara.

 

Anggaran HIV/AIDS Andalkan Bantuan Luar Negeri

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, anggaran untuk program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia hingga saat ini masih sangat tergantung pada bantuan luar negeri.

Intergrasi Pelayanan Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi dengan Antriretroviral untuk Menekan Kasus HIV/AIDS: Mungkinkah?

Oleh: Ahmad Fauzi*

Melihat jumlah kasus baru HIV dan AIDS di Indonesia pada tahun 2007 yang lalu, bisa dibilang cukup bisa membuat kita mengurut dada. Dilaporkan oleh Ditjen PPM & PL Depkes RI bahwa dalam triwulan Oktober sampai Desember 2007 telah terdapat tambahan 757 kasus AIDS dan 253 pengidap HIV.