Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Pencegahan ISR dan HIV/AIDS

HIV dan Suara Hak Asasi Manusia (HAM) di ICAAP Bali 2009

”Hak Asasi Manusia (HAM) telah dipunyai dan melekat pada setiap manusia sejak awal kelahirannya.”

Butir pasal di atas bagi penderita HIV/AIDS, nyatanya HAM khususnya yang terkait hak atas kesehatan bagi mereka masih jauh dari harapan. Hingga kini, penderita HIV kerap kali dikaitkan dengan perlakuan pelanggaran HAM berupa stigma dan diskriminasi di masyarakat. Perlakuan stigma dan diskriminasi yang terjadi di masyarakat diakibatkan minimnya pengetahun masyarakat tentang informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS.

Mengurangi Prevalensi HIV dan AIDS Melalui Pendekatan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta

Program pencegahan infeksi HIV dilakukan disegala sektor, juga termasuk dalam kalangan pesantren tidak terlepas pesantren khusus waria Al-Fatah yang Dipimpin Drs.KH. Hamrolie Harun selaku ketua jama’ah Mujahadah Alfalah. Pesantren yang terletak di Yogyakarta ini juga diketuai oleh seorang waria bernama Mariani berumur 49 th, dengan jumlah santri waria 20 orang dari Yogyakarta dan sekitarnya

Perlu Perhatian terhadap Kelompok Rentan: Pembelajaran dari Thailand

Seperti halnya di Indonesia, cakupan asuransi kesehatan di Thailand juga dirasakan hanya untuk “masyarakat yang baik”, setidaknya begitu penjelasan dari Jon Ungphakom, direktur AIDS Access Foundation Thailand.

 

Remaja Perlu Pengetahuan dan Pemahaman yang Benar terhadap Kesehatan Reproduksi

Ketegasan pada remaja untuk menentukan pilihannya dirasakan sangat penting dalam pencegahan penularan HIV di kalangan remaja.  Ketegasan tersebut harus disertai pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik pada mereka, karena dengan pengetahuan tersebut remaja bisa memilih untuk menentukan sikap terhadap ancaman kemungkinan penularan HIV.

Terdapat Kemajuan dalam Penanganan Masalah HIV dan AIDS di Indonesia

"Walau masih ada beberapa halangan termasuk pandangan masyarakat Indonesia  terhadap masalah HIV dan AIDS, namun kita melihat ada kemajuan pada masyarakat Indonesia menanggapi hal ini," seperti yang dikatakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pembukaan Konferensi mengenai AIDS di Asia Pasifik ke-9 yang berlangsung di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada hari Minggu 9 Agustus 2009.

Peran Komunitas Sebagai Kunci Penanggulangan HIV/AIDS

Dalam Kongres Internasional AIDS Asia Pasifik (ICAAP) ke-9 yang akan berlangsung pada 9-13 Agustus 2009 di Bali, Indonesia, delapan komunitas akan hadir. Sebab, pelibatan pelbagai komunitas merupakan kunci dalam penanggulangan penyebaran HIV.

Kaum Muda Rentan Terinfeksi HIV

Partisipasi kaum muda dalam menanggulangi HIV dan menghapus diskriminasi harus ditingkatkan. Sebab, mereka adalah kelompok yang rentan terinfeksi virus itu dan akan memengaruhi kualitas hidup di masa mendatang, terutama pada masa usia produktif.

Waspada, Profesional Muda Rentan HIV!

Profesional muda termasuk golongan yang rentan tertular virus HIV/AIDS, hal itu terjadi karena terjadi perubahan gaya hidup, sementara nilai-nilai etika dan budaya nasional kian tersisihkan dan akhirnya terjerumus dalam pola hidup bebas.
     
"Selain seks bebas, pengguna narkoba juga berisiko tertular virus HIV, khususnya pada pemakaian jarum suntik secara bergantian," kata Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim, Sumadi Atmodiharjo, di Samarinda.

Kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik akan Berlangsung di Bali

Pada tanggal 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini. Sebanyak 3,000 peserta dari 51 negara Asia dan14 negara Pasifik dlperkirakan akan hadir dalam kongres ini.

Kondom Perempuan Versi Baru Siap Diedarkan

Kondom bagi perempuan yang lebih murah, lebih banyak pengguna, lebih mudah digunakan (friendly), akan lebih efektif dalam melawan HIV/AIDS dan berbagai penyakit menular seksual lainnya.

Kondom perempuan sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 1993, tetapi sampai sekarang masih sekadar digunakan untuk pencegahan kehamilan. Kondom perempuan itu belum dikampanyekan untuk pencegahan HIV/AIDS dan PMS, sehingga tingkat penggunaannya juga masih sangat sedikit.