Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Pencegahan ISR dan HIV/AIDS

Perempuan Muda dan Orang dengan HIV dan AIDS Merupakan Kelompok yang Paling Tertinggal di Mesir

25 Januari 2012, menandai tepat satu tahun peringatan protes antipemerintah di Mesir yang menyebabkan mundurnya Hosni Mubarak dari kursi Presiden. Lebih dari seratus ribu penduduk Mesir yang mayoritas anak muda, menuntut kebebasan politik, upah kerja yang lebih layak, serta kondisi kerja yang lebih baik.

Kondom Mencegah Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) Termasuk HIV & AIDS

Hubungan seksual yang berisiko tinggi merupakan penyebab utama penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), seperti penyakit klamidia, gonore, kutil kelamin, herpes sifilis termasuk HIV&AIDS. Terkait hal ini, pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan penggunaan alat pelindung saat berhubungan seksual. Kondom adalah satu-satunya alat pelindung yang telah terbukti dapat mengurangi risiko IMS termasuk HIV & AIDS.

Ibu Positif HIV Bisa Berikan ASI Eksklusif Pada Bayinya

Ibu yang telah didiagnosa positif HIV biasanya tidak mau memberikan ASI pada anaknya karena takut si bayi tertular virus tersebut. Tapi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya justru bisa mencegah penularan tersebut.

Ibu yang mengidap HIV cenderung tidak ingin memiliki anak dan kalaupun punya anak tidak mau menyusuinya karena tidak ingin si anak tertular penyakitnya. Namun Badan kesehatan dunia (WHO) pada 1 Desember 2009 menyatakan bahwa ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif.

Viagra VS Kondom: Sebuah Catatan Perjuangan HIV

Membicarakan topik kondom di masyarakat, sepertinya sebuah perbincangan yang akan menuai kontrovesi karena dianggap masalah yang sensitif juga hal tabu, terlebih di kalangan agamawan. Memang kondom seringkali dikaitkan dengan masalah moralitas, atau bahkan dianggap sebagai bentuk kampanye seks bebas.

Membangun Benang Merah Program Kesehatan Reproduksi dan HIV/IMS: Studi Kasus di Pacific Islands

Adakah kaitan kesehatan reproduksi dengan HIV serta IMS? Bukankah keduanya punya fokus yang berbeda? Mungkin bagi sebagian orang yang awam HIV dan kesehatan reproduksi tidak terlihat ada kaitan erat. Sehingga mereka memisahkan antara program kesehatan reproduksi dan HIV.

Dari Durban Menuju Bali: Sebuah Jalan Penutup Kesenjangan

Sejak penyelenggaraan AIDS conference di Durban, Afrika di tahun 2000 hingga ICAAP 2009, Asia menghadapi tantangan yang sama dalam masalah HIV. Geeta Rao Gupta, menyatakan tantangan tersebut yakni berupa masalah Prevention Mother to Chlid Transmission (PMTCT), tingginya prevalensi HIV dikalangan pekerja seks dan laki-laki yang suka dengan lelaki serta kekerasan dan masalah perdagangan manusia (human trafficking).

Pengadilan Perempuan di Asia Tenggara mengenai HIV, Perdagangan Manusia dan Migrasi: Dari Kerentanan Menuju Gerakan Keadilan

Sesi ini bertujuan untuk mengungkap penyebab kerentanan perempuan di Asia Tenggara yang berdampak pada migrasi yang tidak aman, perdagangan perempuan dan infeksi HIV. Sesi ini juga bertujuan untuk menggambarkan dampak kebijakan pembangunan yang mengukuhkan kemiskinan dan menciptakan bentuk baru kerentanan terhadap perempuan yang telah menjadi korban kekerasan berbasis gender dan memilih untuk migrasi atau dipaksa untuk migrasi dalam mencari kehidupan yang lebih baik.

South East Asia Court of Women on HIV, Human Trafficking and Migration: From Vulnerability to Free, Just and Safe Movement

It is said that Southeast Asia contributes to one third of the total global figures for human trafficking. This region it is noted serves as source, transit and destination area for itself and other parts of the globe. According to recent reports on HIV and AIDS, Southeast Asia has the potential to become another epicenter of the AIDS epidemic.

Dampak HIV dan AIDS Bagi Anak yang Terlahir dari Orang Tua Odha Pecandu Narkotika Suntikan (Penasun)

Jumlah anak yang terinfeksi HIV/AIDS terus meningkat karena belum adanya penanganan terfokus untuk anak dari penasun yang berisiko menularkan kepada pasangan & anaknya menurut Evi Sukmaningrum peneliti dari Unika Atma jaya, Jakarta pada konferensi AIDS se Asia Pasific di Bali beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut bertambah komplek karena menyusul adanya masalah pendidikan , kesejahteraan, kondisi psikologis, masalah keluarga dan lainnya.

Peran Ulama dalam Penguatan Respon terhadap HIV/AIDS: Strategi, Keberhasilan dan Pembelajaran

”HIV dan AIDS tidak hanya menyentuh tataran kesehatan namun juga masuk ke segala bidang termasuk masalah keyakinan atau agama . Banyaknya orang yang memiliki pemahaman yang minim serta pemahaman yang salah akan HIV/AIDS menyebabkan penyakit tersebut menjadi sumber stigma dan diskriminasi. Belum lagi adanya anggapan bahwa HIV/AIDS dianggap penyakit kutukan dan hukuman Tuhan serta dikaitkan dengan moral seseorang.