Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Pencegahan ISR dan HIV/AIDS

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Tes HIV pada kelompok remaja berisiko tinggi: The REACH Study

Issu terakhir dalam dunia Kedokteran Anak mengetengahkan suatu studi yang difokuskan pada pola tes HIV pada remaja berisiko tinggi dengan HIV-positif danHIV-negatif untuk mengetahui mengapa, di mana, dan kapan remaja tersebut menggunakan pelayanan tes HIV.

Lebih Jauh Tentang Trikomoniasis

Oleh: dr. Siti Nurul Qomariyah

Perempuan dan Infeksi Menular Seksual

Masalah-masalah khusus perempuan

Mencari Celah Murah Obat AIDS

SEBULAN terakhir ini, Muchlisin rajin mengonsumsi obat anti-acquired immune deficiency syndrome (AIDS) bergenerik Zidovudin. Obat untuk mengurangi volume human immunodeficiency virus (HIV) di dalam darahnya itu diminum dua kali sehari, masing-masing dua butir. Tapi, tablet yang juga berguna untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh ini mulai menimbulkan efek samping.

Obat HIV/AIDS: Perlu Dokter Terlatih untuk Terapi Antiretroviral

Oleh Wartawan ''Pembaruan'' Nancy Nainggolan

PENYAKIT yang disebabkan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) sampai sekarang masih ditakuti karena sangat mematikan. Yang sekarang banyak diupayakan adalah pengobatan suportif, pengobatan infeksi oportunistik, dan antiretroviral.

Lawanlah Stigma dan Diskriminasi Untuk Memenangi Perang Melawan HIV/AIDS!

Stigma dan diskriminasi, dibawah slogan "Live and Let Live" (Hidup dan Tetap Tegar), telah ditetapkan menjadi tema Kampanye AIDS Dunia di tahun 2002-2003.

Kampanye AIDS Dunia selalu memberikan isu khusus tentang upaya pencegahan dan perawatan pada waktu-waktu tertentu; serta memberikan arahan dalam mengadakan berbagai acara pada Hari AIDS se-Dunia tanggal 1 Desember setiap tahun.

Kenapa Stigma dan Diskriminasi?

Diskriminasi pada ODHA

Oleh: Chris W. Green, Yayasan Spiritia, Kupang, chrisg@rad.net.id

Kami berlima mengobrol di ruangan sebuah hotel di Kupang tengah malam, tiga dari kami adalah Orang dengan HIV/AIDS (Odha). Mereka semua adalah anggota dari jaringan nasional Odha, sekretariatnya di Yayasan Spiritia. Kami berada di sini untuk bertemu dengan Odha lainnya, organisasi pelayanan dan orang dari pemerintah dan DPR.

HIV/AIDS dan Hak Asasi Manusia: Sebuah Catatan

Oleh: Todung Mulya Lubis

Hasil Angket Kebutuhan dan Minat Odha: Odha Paling Butuh Bantuan Obat!

Jenis layanan apakah yang paling dibutuhkan orang dengan HIV/AIDS (Odha)? Jawabannya, tak lain: layanan bantuan obat! Paling tidak itulah yang disampaikan 38 Odha di Jakarta, Oktober 2002 lalu. Pada Pertemuan Pelita Plus -Kelompok Persahabatan Odha di Yayasan Pelita Ilmu- yang dihadiri 70 Odha itu, seluruh pengisi angket (100%) merasa bahwa bantuan obat-obat antiretroviral adalah layanan yang sangat dibutuhkan Odha.

Meningkatkan Akses Terapi HIV/AIDS

Terapi HIV/AIDS mempunyai arti luas karena meliputi kegiatan terapi fisik,
psikologis dan dukungan sosial. Sejak tahun 1996 terjadi perubahan yang
cukup mendasar dalam bidang terapi HIV/AIDS, dengan ditemukannya ARV
kombinasi yang mempunyai efektivitas tinggi. Kombinasi ini dalam 6 bulan
mampu menyebabkan HIV dalam darah tidak terdeteksi (undetectable). Karena
itu terapi HIV dianggap merupakan terapi yang efektif. Terapi ini mampu
meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang survival dan mencegah infeksi