Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Usia Lanjut (Aging)

Pemerintah Akan Membentuk Komnas Perlindungan Lansia

Pemerintah akan membentuk Komisi Nasonal (Komnas) Perlindungan Penduduk Lanjut Usia (Lansia) menyusul terbentuk Peraturan Pemerintah (PP) dan Keppres Komnas Lansia, kata Mensos Bachtiar Chamsyah. "PP dan Keppres Perlindungan Lansia telah mendapat kesepakatan dari lintas departeman dan menunggu penandatangan Presiden," katanya usai peringatan Hari Lansia, di Jakarta, Selasa sore. Menurut Mensos, pembentukan Komnas Lansia itu merupakan amanat dari UU No.13/1998 tentang Kesejahteraan Lansia yang selanjutnya dijabarkan ke dalam PP dan Keppres.

Perlu Kematangan Mental Memasuki Menopause

Kematangan mental, kedewasaan berpikir, faktor ekonomi, budaya, dan wawasan mengenai menopause akan menentukan berat ringannya seseorang menghadapi kekhawatiran saat memasuki masa menopause. Hal itu diungkapkan psikolog M Louise Maspaitela dari RS Harapan Kita pada seminar bertema Menjelang menapause tetap aktif, sehat, dan bahagia di Jakarta, Sabtu (13/3).

Saatnya Memperhatikan Kesehatan Wanita Usia Menopause dengan Serius

Oleh: Albiner Siagian* Walaupun wanita, umumnya, memiliki umur harapan hidup (UHH) lebih tinggi daripada pria, mereka menghadapi masalah kesehatan yang lebih rumit. Secara kodrati, wanita mengalami fase perubahan fisiologis yang berbeda dengan yang dialami pria. Mengawali masa remajanya, wanita mulai mengalami menstruasi yang kemudian, secara normal, terjadi setiap bulan selama masa usia reproduktif. Selanjutnya, mereka akan menjalani masa hamil dan menyusui yang melelahkan. Fase ini diakhiri dengan datangnya masa menopause yang umumnya mulai terjadi pada usia 45 tahun.

Pola Makan dan Usia Harapan Hidup

Melewati kehidupan di dunia hingga usia 100 tahun mungkin menjadi harapan sebagian manusia. Mereka berpendapat bahwa dengan semakin panjang umur semakin banyak hal-hal yang dapat dilakukan, terlepas itu perbuatan yang baik maupun buruk.

Fitoestrogen untuk Wanita Menopause

CHRISDIONO M. ACHADIAT Dokter Spesialis Kandungan RS Baptis, Kediri, Jawa Timur

Riset IPB: Tempe dapat Perlambat Menopause

Bagi kalangan perempuan, premenoupause menjadi momok tersendiri, kendati hal ini alamiah terjadi pada semua perempuan yang berusia menjelang 40 tahun ke atas, yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisik seperti pengeriputan di kulit. Namun, sebuah riset yang dilakukan Herry Winarsi, mahasiswa S-3 Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa pada kacang-kacangan terutama kedelai, yang juga biasa dikenal sebagai bahan baku tempe, diyakini memiliki sifat yang dapat memperlambat menopause pada perempuan, demikian dilaporkan dari Kampus IPB, Kamis.