Website Informasi Kesehatan Reproduksi Indonesia

Usia Lanjut (Aging)

Kanker Pembunuh Nomor Tiga di Indonesia

Penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor tiga bagi penduduk Indonesia setelah penyakit jantung dan stroke. Demikian diungkapkan Menkes Siti Fadilah Supari pada Seminar Program Deteksi Awal Kanker (Detak) di Jakarta, kemarin. "Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2002 menyebutkan bahwa kanker penyebab kematian nomor tiga. Hal itu berdasarkan jumlah pasien di rumah sakit (RS) yang meninggal akibat kanker mendudukui urutan ketiga," ujarnya.

Teh Kurangi Resiko 'Kanker Rahim'

Dua cangkir teh sehari sudah cukup menurunkan terjadinya resiko kanker rahim pada seorang wanita. Susanna Larsson dari Karolinska Institute (Swedia) menemukan kenyataan bahwa dengan mengkonsumsi teh secara teratur dua kali sehari akan menurunkan resiko kanker rahim sampai 50 persen.

Hidup Lebih Bermakna dan Kreatif di Usia Senja

''Pada usia saya saat ini, saya mengantisipasi agar tidak mengalami kematian psikologis dan kematian sosial. Kematian psikologis berupa kebencian dan kemarahan terhadap diri sendiri karena merasa tidak berguna lagi. Sedangkan kematian sosial adalah perasaan tidak dibutuhkan dan menjadi beban bagi lingkungan sosial di sekitar saya.''

19 Trik Anti-Penuaan Dini

Seiring bertambahnya usia, pergantian sel-sel kulit biasanya makin melambat. Plus gaya hidup tak sehat terjadilah penuaan dini. Sel kulit mati bertahan di permukaan kulit, membuat kulit tampak tak segar dan kusam. Agar itu tak terjadi cegahlah secara dini. Setiap kali Anda tersenyum, tertawa atau mengerutkan dahi, kulit akan berkontraksi. Hal ini lama kelamaan akan menyebabkan muncul garis-garis halus pada wajah, lalu menjadi kerutan di dahi, alis, sekitar mata dan mulut.

Kanker Payudara: 70% Pasien Terlambat Deteksi Dini

Deteksi dini kanker payudara memegang peranan penting dalam mengantisipasi penyebaran kanker. Dengan deteksi dini, timbulnya sel-sel kanker dapat segera diatasi dan dicegah penyebarannya. "Saat ini diketahui, sekitar 70% pasien kanker terlambat dideteksi, sehingga baru datang ke dokter pada saat stadium tinggi. Akibatnya risiko kematian akibat kanker semakin tinggi," ungkap Sutjipto, spesialis bedah onkologi pada ceramah kesehatan mengenai kanker, kemarin di Jakarta.

Imunisasi HPV Cegah Kanker Leher Rahim di Masa Mendatang

Ada kabar gembira bagi kaum perempuan dalam soal pencegahan penyakit kanker. Saat ini ada imunisasi yang bisa mencegah munculnya kanker serviks (leher rahim) di masa mendatang. Diharapkan, pemberian vaksin pencegah kanker serviks itu bisa melenyapkan penyakit yang menjadi momok bagi kaum perempuan itu.